Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Wednesday, May 20, 2009

The Art of marriage.

A good marriage must be created.

In marriage the little things are the big things…..

It is never being too old to hold hands.

It is remembering to say “I love You” at least once a day.

It is never going to sleep angry.

It is having a mutual sense of values and common objectives.

It is standing together facing the world.

It is forming a circle of love that gathers in the whole family.

It is speaking words of appreciation and demonstrating gratitude in thoughtful ways.

It is having capacity to forgive and forget.

It is each other an atmosphere in which each can grow.

It is not only marrying the right person.

It is being right partner.

Sunday, October 26, 2008

Capeek deh....

Log- in sering mental, sekarang log in oke, artikel raib dijawab:

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, sistem kami sedang mengalami vanguards. Cobalah lagi, beberapa waktu kemudian. Atau informasikan hal ini ke info@wikimu.com.

Terima kasih


Monday, March 12, 2007

Tanpa pita suara - siapa takut !!










Melihat foto di atas bayangan anda pastilah para bapak yang sedang berkumpul , dan itu hal yang normal. Betul, 100 untuk anda. yang istimewa, para bapak di atas, berbicara tidak menggunakan pita suara, melainkand engan saluran makanan, atau dikenal dengan sebutan : wicara esofagus.

Pita suara para bapak di atas diangkat atau istilah kerennya dilakukan tindakan : laryngectomi, karena keganasan pada pita suara. Mengenai laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan (9:1), dan penyebab utamanya : rokok!

Departemen Rehabilitasi Medik RS Cipto Mangunkusumo mempunyai "suporting group" yang terdiri dari para tuna laring / larynectomee's, yang sudah berkemampuan menjadi instruktur untuk melatih wicara esofagus. didampingi dokter rehabilitasii medik dan terapis wicara.

Jadi tanpa pita suara, siapa takut !

Bila usia harapan hidup menjadi hadiah utama ........ oke


Cancer (vocal cord) , not a death sentence anymore




Berbaju kotak-kotak
nomer dua dari kiri , pak Tobing .
ketua Perhimpunan Wicara Esofagus
(PWE)





Jakarta, 13 maret 2007 (menjelang latihan bersama para tuna laring dengan tamu 2 orang laryngectomees dari bangkok Mr Karoon Trakulphadetkraidan Mr Saphon Eamkeo; 15 dan 16 Maret 2007)

Wednesday, March 7, 2007

Indonesia - dalam cakupan Pasific Ring of Fire

Baru saja selesai acara di SCTV dipandu Rosiana Silalahi :topik Minggu ini. Setelah membahas musibah Garuda, pembahasan beralih ke gempa di Sumatra Barat. Saya teringat presentasi dr Wijaya Laksmi, saat pemilihan kandidat Kepala Departemen Rehabilitasi Medik. Awal presentasinya menampilkan Pasifik Ring of Fire. Saya segera membuka Wikipedia, dan menemukan image yang saya tampilkan di atas. saya kutipkan di bawah ini:


The Pacific Ring of Fire is a zone of frequent earthquakes and volcanic eruptions encircling the basin of the Pacific Ocean. In a 40,000 km horseshoe shape, it is associated with a nearly continuous series of oceanic trenches, island arcs, and volcanic mountain ranges and/or plate movements. It is sometimes called the circum-Pacific belt or the circum-Pacific seismic belt.

90% of the world's earthquakes and 81% of the world's largest earthquakes occur along the Ring of Fire. The next most seismic region (5–6% of earthquakes and 17% of the world's largest earthquakes) is the Alpide belt which extends from Java to Sumatra through the Himalayas, the Mediterranean, and out into the Atlantic. The Mid-Atlantic Ridge is the third most prominent earthquake belt.

Indonesia terasuk salah satu dari 35 negara yang termasuk dalam list 35 negara yang tercakup dalam Pasific Ring of Fire. Saat wawancara dengan gubernur Sumatra Barat , gubernur mengungkapkan regulasi pemerintah daerah untuk bangunan tahan gempa, karena terbukti bangunan yang sesuai dengan persyaratan gempa tidak mengalami kerusakan.

Kita punya pengalaman dengan gempa di Jogya, saat di hadapkan pada banyaknya kasus cedera tulang belakang. Para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik telah mempunyai panduan penanganan. barangkali saatnya untuk mensosialisasikan lebih luas.

dr Rosiana, saran anda kami tunggu.........

Jakarta, 8 Maret 2007- dinihari





Saturday, February 24, 2007

Heroisme Dimulai Dari Rumah Tangga


Sabtu yang lalu, 11 Februari 2007 saya menghadiri pertemuan ilmiah. Pada acara makan siang, yang juga merupakan ajang menampilkan poster, saya ber”edar” dekat poster yang saya sertakan. Seorang ibu paruh baya yang ramah menyapa, ternyata beliau dra Sri Murniati Djamaludin. Beliau istri bapak Djamaludin Suryohadikusumo, mantan mentri . Saya mendapat brosur dari beliau, tentang Kebun Karinda, yang mempunyai aktivitas penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos, disamping pembibitan tanaman pelindung,tanaman hias , dan tanaman obat , sera aktivitas lain. Dalam brosur dicantumkan manfaat pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Ternyata bila kita mampu mengelola sampah rumah tangga, maka dapat mengurangi 30 – 40 % volume sampah . Bila setiap rumah tangga melakukan, terbayang kurangnya pencemaran di daratn perairan, banjir dan adanya peyakit. Kompos yang dihasilkan akan menjadi barang bernilai ekonomis, memberi lapangan kerja , dan tambahan penghasilan . Nah , ternyata menjadi ”pahlawan”, tak perlu ke Irak, dari rumah, sambil nonton sinetron, kita menyelamatkan bumi. Terima kasih ibu, untuk wawasan yang ibu berikan. Bagi para pengunjung blog ini, bila berminat, dapat saya berikan alamat beliau. Saya kira beliau tidak keberatan, betul bu? (saya sertakan gambar yang saya scan dari bosur).

Ah, hampir lupa, sesungguhnya ada video pelatihan. Pelatihan juga diselenggarakan dengan perjanjian atau pengaturan waktu. Mari, selamatkan bumi, dari dapur sendiri!!

Jakarta, 17 Februari 2007