Showing posts with label hotel Tugu. Show all posts
Showing posts with label hotel Tugu. Show all posts

Saturday, July 24, 2010

Isi Ulang – Air Panas




Foto saya ambil dari arah selasar antara Departemen Rehabilitasi Medik dan Departemen Anak RSCM- Jakarta. Sisi kanan pada foto tampak calon Instalasi Gawat Darurat (Sementara) yang sedang di bangun.

Kebutuhan mengisi termos di tangkap dengan baik, jadilah teko- teko yang selalu siap dengan air panas. Siap sedia memenuhi kebutuhan keluarga pasien. Jaman instant , mie, kopi , teh dan entah apalagi yang cuma butuh di “cor”.

Sunday, March 21, 2010

Hotel Majapahit (alias Yamato alias Oranje)Surabaya



foto Presidential suite dari arah kamar yang saya inapi.

Undangan berbicara pada workshop, di Surabaya, hotel Majapahit, awalnya saya terima dengan biasa- biasa saja. Ngga pernah (merasa) dengar hotel Majapahit, malah sempet saya cari info, di mana (posisinya) ? Dari pokoknya hotelnya sama dengan tempat harus bicara, saya menjadi males kemana-mana, nyaris setiap jengkalnya patut di abadikan .

Hotel di jalan Tunjungan ini awal muasalnya bernama hotel Oranje. Dibangun tahun 1910, jaman londo-londo masih jadi ndoro tuan gitu, ya cocok saja. Berubah jadi hotel Yamato saat pendudukan Jepang di Indonesia. Pada kisah- kisah sekitar kemerdekaan , ada cerita heroik, perobekan warna biru (pada ) bendera Belanda, yang terjadi di hotel Yamato. Wah, saya menginap di hotel bersejarah. Rasanya jadi kurang menginap selama tiga malam (sejak 18 Maret 2010) . Bangunan bersejarah yang sangat terpelihara ini, sejak Desember 1996 telah menjadi “ a national Heritage Landmark of Indonesia”. Saya mendapat kamar nyaris berseberangan dengan Presidential suite. Hotel berkamar 143 ini luas kamar terkecilnya 38 meterpersegi, Presidential suite merupakan kamar terluas, 800 meter persegi.

Sekitar pertengahan tahun ini hotel bintang lima ini menyambut usianya yang ke 100.

Tuesday, March 18, 2008

Selamat ulang tahun eyang 19 maret 1922-19 maret 2008

Ayah saya , di depan Tugu di Malang. Lokasi saat ini yang ada hotel Tugu

Yang saya ingat topi bajanya, merupakan properti saya masak-masakan ! He, he, .kayaknya engga di marahi tuh.Kalau saya main masak-masakan , dengan kompor kecil yang bisa dinyalakan dengan api, dari lilin, seperti sekarang lilin untuk burner aroma terapi, topi bajanya jadi tempat "sayur".

Saya dan kakak saya. Saya tidak tahu, di mana lokasi foto ini diambil, ingat juga tidak. Dik Niek Aswin Baskoro, tahu tidak ini dimana?



Jaman dulu ayah dan ibu saya sudah dansa. Tempat nya di Malang, sekarang jadi hotel (juga) , setelah pernah jari RRI ( saat ayah saya di Irian Jaya). Saya ingat karena saya mengantar ibu untuk siaran di RRI. Sebelum jadi RRI, kayaknya jadi tempat latihan saya menari. Masih tersimpan sampur warna kuning, merah dan hijau. kayaknya saya cuma menari dikit, banyak digendong mbakyu-mbakyu saya. entah mengapa.


(Rupanya) ayah saya pengurus PELTI. Pialanya banyak, juga jadi properti mainan saya, dari timah mungkin (dulu), jadi penyok-penyok saya mainkan. jadi tempat "masakan" saya, yang "menikmati" ayah saya.

Saya dapati pada album yang sama dengan saat ayah saya di Malang. Mungkin waktu pergi-pergi. Yang saya ingat, mengantar (Ke Surabaya?) , ada kapal besar (untuk saya saat itu). Saya sih senang waktu itu, entah ibu saya.....
Mungkin di Menado atau di mana foto ini di ambil, saat PRRI- PERMESTA ?
(menurut ayah saya , di Palu)

Ada saat ibu mengumpulkan teman-temannya. Menunggu radiogram, untuk bicara dengan para suami. he, he, belum ada handphone. Saat itu saya "menolak" bicara dengan ayah saya, menurut saya suaranya jadi aneh, konon ayah saya jadi sedih, maaf....(mungkin saya takut ya)

Ayah saya di Irian Jaya sekarang Papua. Ayah saya kepala staf Kodam Cendrawasih yang pertama.
Pada perjalannanya dari Trikora , Mandala ( he , mana yang duluan ya), ayah saya banyak di Ambon, dan kemudian masuk Irian Jaya Jadilah saya banyak burung, hingga punya kebun binatang mini di rumah. Sampai walabi pun saya punya 2 ekor. Kalau jalan- jalan sore, bukan anjing yang saya bawa, saya membawa burung di tangan saya.


Ayah saya beredar di Indonesia Timur menuju Irian, saya jadi "mainan" ibu saya, untung dulu belum ada idol ya. kalau ada jangan-jangan saya di ikutkan


Asisten III saat KASAD jend Umar Wirahadikusuma

Berkantor di MBAD, sebelumnya di IRJENAD, sekolah di santa Maria, jadilah tempat makan saya ice cream Ragusa. masih ada pegawainya yang bekerja sejak saya di SMP Santa Maria.
menemani ayah saya bekerja hingga larut malam , memandang monas dengan patung Diponegoro, barangkali saat itu saya menyerap etos kerja dan pengabdian tanpa reserve pada negara.


Saat 5 Oktober, kalau mau, bisa langsing lho



Sekarang sih, menikmati.

19 Maret 2007

Bersama sepupu prof Supartondo
Nah, 01, sepert harga pulsa ya



Cucu terkecil, lahir 10 Agustus 2007