Saturday, July 17, 2010
Ditolak asuransi ? Kenali Indeks massa tubuh anda.
Indeks massa tubuh (IMT) , dalam bahasa Inggris disebut body mass index (BMI), dinamai juga Quetelet index, merupakan pengukuran statistik berat badan bedasarkan berat dan tinggi. Suatu nilai rasio berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam satuan meter yang dikuadratkan [BB (kg)/ TB(m)2].1 Dinamai Quatelet karena dikembangkan pertamakali oleh Adolphe Quetelet, seorang Belgia antara tahun 1830 dan 1850. Saat ini , pada lingkup internasional digunakan untuk mengklasifikasikan overweight dan obesitas pada dewasa.
World Health Organization (WHO) membagi kategori berat badan berdasarkan IMT. Saya kutipkan dalam bahasa Inggrisnya .
Category BMI range – kg/m2
Severely underweight < 16.5
Underweight 16.5 - 18.4
Normal 18.5 - 24.9
Overweight 25 - 30
Obese class I 30.1 - 34.9
Obese class II 35 - 40
Obese class III >40
Pada pengunaanya, terjadi variasi. Amerika Serikat yang sebelum tahun 1998 menggunakan nilai IMT 27.8 sebagai batas normal, perubahan nilai normal menjadi 25 merubah 25 juta orang Amerika Serikat yang sebelumnya masuk kategori normal, menjadi overweight. Untuk wilayah Asia Tenggara disarankan nilai normal sekitar IMT 23.
Jepang menggunakan pembagian sebagai berikut: Normal (18.5 – 22.9); Overweight (23.0 – 24.9) dan Obese 25.0 ke atas. Singapura sejak tahun 2005 merevisi kategorinya didasai IMT antara 18.5 hingga 22.9 dikatakan merupakan kategori dengan resiko rendah untuk terjadinya penyakit jantung dan gangguan kesehatan lain, misalnya diabetes. IMT 23 hingga 27.4 merupakan kelompok dengan resiko sedang , sedangkan 27.5 ke atas sangat berisiko terjadi gangguan jantung dan gangguan kesehatan lain.
Category BMI range – kg/m2
Emaciation < 14.9
Underweight 15 - 18.4
Normal 18.5
Overweight 23 – 27.5
Obese 27.6 – 40
Morbidity Obese 40
Di Amerika Serikat, IMT kategori underweight digunakan untuk mencermati kemungkinan terdapatnya gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia nervosa. Dikenali pula, seseorang dengan IMT rendah, tidaklah bebas dari gangguan kesehatan. Osteoporosis ditengrai banyak terjadi pada orang denga IMT di bawah normal.
Kategori berdasarkan IMT lebih sesuai digunakan pada bukan atlit, tetapi pada orang dengan kehidupan sedentary, orang yang dalam seminggu tidak pernah sekalipun berolah raga hingga berkeringat. Pengunaannya yang mudah dan sederhana, dijadikan pertimbangan obyektif seorang dokter untuk menganalisa pasien. Sebaiknya dikenali pula , atau dipertimbangkan pengukuran cara lain , diantaranya ukuran lingkar pinggang.
Berapa IMT anda?
Saturday, January 24, 2009
Menakar Denyut Jantung – Menakar Bugar

Minggu, 04-01-2009 11:48:13 oleh: Nury Nusdwinuringtyas
Kanal: Kesehatan
Jantung merupakan salah satu organ tubuh kita yang "tidak bisa" kita kendalikan, berdetak sejak sebelum kita lahir. Seringkali merupakan cerminan suasana hati, lebih cepat saat cemas, atau saat sangat bahagia. Pada dunia kedokteran, irama dan denyutnya menjadi sarana mengenali masalah kesehatan, misalnya gangguan pada jantung sendiri, demam. Di China, denyut nadi merupakan sarana diagnosa penyakit, dan terapinya sekaligus, sejak ribuan tahun lalu.
Denyut jantung juga merupakan gambaran kebugaran kita. Saat kita bergerak, otot yang bekerja memerlukan pasokan oksigen untuk mengolah energi yang didapat dari makanan. Udara yang dihirup oleh paru, dihantarkan darah menuju jantung, kemudian oleh jantung dipompakan keseluruh tubuh, terutama pada otot yang bekerja.
Otot, terutama anggota gerak tubuh, bisa kita kendalikan. Makin banyak otot yang bekerja, makin banyak kebutuhan oksigen, makin besar kekerapan denyut jantung kita perlukan. Jadi, secara tak langsung kita dapat mengendalikan denyut jantung. Sisi baiknya, selain dipergunakan untuk petanda kebugaran, denyut nadi bisa menjadi panduan dosis olahraga.
Bagaimana menghitung denyut jantung?
Tak perlu stetoskop untuk mengukur denyut jantung, cukup kita hitung denyut nadi pada pergelangan tangan atau arteri di leher, menggunakan jari tangan, dibantu detikan pada arloji kita.
Menghitung nadi pergelangan tangan dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada sisi luar tangan, arah terletak ibu jari. Cari urat pergelangan tangan, kemudian geser sedikit ke arah luar (seperti foto ilustrasi). Tekan ringan, karena bila terlalu kuat akan menghentikan aliran darah, sehingga denyut tak teraba.
Denyut nadi memang bisa dihitung dalam hitungan detik, biasanya 10 detik, kemudian dikalikan enam untuk mendapatkan nilai semenit; atau 15 detik, untuk mendapatkan nilai semenit kalikan empat. Namun, nadi istirahat sebaiknya dihitung satu menit penuh. Menghitung nadi latihan berbeda dengan nadi istirahat, 10 detik sudah cukup, kalikan enam untuk mendapat nilai satu menit. Bila aktivitas yang dilakukan pada keadaan tidak bergerak, misalnya pada sepeda statis, nadi dihitung tanpa menghentikan kayuhan. Namun, bila berjalan atau jogging, berhenti dulu, jalan di tempat, dan segera hitung nadi. Karena bila ditunda, nadi akan menurun dengan cepat.
Arteri atau pembuluh darah karotis merupakan pembuluh darah besar ,mudah ditemukan, tepat pada sisi kanan-kiri batang tenggorok/ jakun. Jangan menekan terlalu kuat dan hanya pada satu arteri, karotis, karena bila ditekan terlalu kuat, denyut jantung dapat menurun dengan cepat dan membahayakan.
Berapa kali permenit denyut nadi kita?
Denyut nadi bukanlah suatu nilai yang terpatok, ukurannya merupakan range, terendah saat istirahat, tertinggi saat kita bekerja paling keras. Nadi terendah merupakan denyut nadi saat bangun tidur, belum melakukan aktivitas. Denyut nadi tertinggi diperoleh dengan jentera lari atau sepeda dengan pengawasan dokter. Namun, kita bisa memperoleh denyut nadi maksimal prediksi, yaitu dengan menggunakan perhitungan: 220 - umur. Nilai prediksi ini merupakan rujukan untuk 100%. Untuk seseorang berusia 40 tahun, maka nilai prediksi maksimalnya: 220 - 40= 180 kali per menit.
Untuk apa prediksi denyut nadi maksimal ?
Nilai dipergunakan untuk membuat zona latihan, yang kemudian dibagi dalam zona: Denyut nadi maksimal Zona latihan 50 - 60 % aktivitas, sedang 60 - 70 % zona untuk mengatur berat badan, 70-80% wilayah aerobik, 80 - 100% zona kompetitif.
Bagaimana menggunakan Target Heart Rate Zones untuk latihan berolahraga pada nadi sesuai zona agar membantu Anda mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran spesifik?
Memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. The American College of Sports Medicine dan the Centers for Disease Control and Prevention telah merekomendasikan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas moderat selama 30 menit atau lebih sebanyak minimal 3 kali seminggu dapat memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas moderat terletak pada zona 50-60% nadi maksimal. Mereka yang baru saja memulai program olahraga harus berolahraga pada zona ini.
Menurunkan berat badan atau mempertahankan penampilan fisik yang bugar Zona kedua, dengan 60-70% frekuensi nadi maksimal sering disebut sebagai zona pembakar lemak karena intensitasnya cukup moderat untuk memungkinkan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dalam berolahraga. Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan penampilan fisik yang bugar, berkonsentrasilah untuk mempertahankan frekuensi nadi pada zona ini selama 20-30 menit perhari, 3-5 kali per minggu.
Membangun ketahanan aerobik dan memperbaiki kebugaran kardiovaskular. Latihan aerobik pada Zona ke-3 dengan 70-80% frekuensi nadi maksimal dikenal sebagai zona olahraga aerobik membantu membangun ketahanan aerobik dan memperbaiki kebugaran kardiovaskular. Selain itu, zona ini menjadi dasar untuk berbagai latihan yang bersifat kompetitif.
Mengembangkan performa puncak untuk olahraga bersepeda kompetitif. Zona 80-100% nadi maksimal, latihan untuk meningkatkan kecepatan dan mempersiapkan menghadapi kompetisi.
Manajemen stress. Mengingat bahwa stress juga mempengaruhi frekuensi nadi, maka frekuensi nadi menjadi umpan balik berharga bagi kesejahteraan mental Anda. Dengan memonitor frekuensi nadi, dapat kenali situasi-situasi dimana terjadi stress.
Denyut jantung atau nadi merupakan ukuran intensitas, terdapat tiga hal lagi yang harus diperhatikan yaitu: frekuensi (kekerapan dalam satu minggu; durasi (lamanya dalam tiap sesi); dan jenis aktivitas.
Program yang sesuai dan mampu laksana
Yang paling utama adalah pilih aktivitas yang dapat dinikmati. Mulai dengan intensitas paling rendah untuk beberapa bulan awal. Lebih baik melakukan aktivitas 30 - 60 menit pada zona yang paling rendah. Lupakan no pain, no gain. Olahraga tetap harus aman. Berjalan yang baik bila kecepatan mampu dipertahankan konstan setidaknya 30 menit. Intensitas berjalan dikatakan sesuai bila selama berjalan, masih bisa berbicara dengan baik, lancar, tidak terputus-putus. Setelah latihan, kelelahan diharapkan hilang setelah 2 jam kemudian. Bila lelah menetap melebihi 2 jam , artinya intensitas latihan terlalu besar. Frekuensi 3 kali perminggu dikatakan sama baiknya dengan lima kali per minggu, dengan catatan jeda antara 2 latihan tidak melebihi 2 hari.
Selamat berolah raga Wikimuers...
Ilustrasi: tangannya Olly
Sumber: catatan Nury -unpublished
Referensi :
Kumpulan Makalah Rehabilitasi Respirasi oleh Dr. Nury Nusdwinuringtyas, SpRM, M.Epid
Precision Cycling with your Polar Electronic Heart Rate Monitor by Edmund R. Burke
Target Your Fitness and Weight Management Goals by Dr. James M. Rippe
Sunday, November 9, 2008
Nyeri lutut- beda orang, beda sebab
Tampak tungkai kiri melengkung.
Nyeri lutut pada geriatrik laki-laki, pernah stroke dengan kelemahan angota gerak kiri
Sama-sama nyeri lutut, penyebab berbeda, management beda, untuk tujuan sama : menghilangkan nyeri atau menurunkan, dan menjaga agar tetap bisa mobilitas