Sunday, August 12, 2007

INDONESIA RAYA



INDONESIA RAYA

Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru
"Indonesia bersatu."
Hiduplah tanahku,
Hiduplah negriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

CHORUS:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia! Tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya.
Disanalah aku berada
Untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka,
Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa,
"Indonesia bahagia!"
Suburlah Tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya.

CHORUS

Indonesia! Tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri
Menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji:
"Indonesia abadi!"
Slamatlah Rakyatnya,
Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya semuanya.
Majulah Negrinya,
Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya.

CHORUS

Tuesday, August 7, 2007

25 tahun jadi dokter !!!


Ini eyangku Darmosoewito , disebelahnya eyang putri masa muda. saya tak pernah jumpa. Eyang putri meninggal saat ibu saya berusia 5 tahun. Jadilah eyang kakung duren dengan 8 anak.




Surat ini saya scan dari surat eyang saya. Membalas kiriman uang saya , yang pada masa itu dengan wesel pos.
Artinya saya bekerja sudah 25 tahun. Seingat saya, saya wisuda April atau Mei 1982, bulan mei atau Juni 1982 sudah bekerja di RS Pelni. Nah , gaji pertama untuk ibu saya, berikutnya untuk eyang-eyang saya.

25 tahun yang lalu saya lulus dari Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro. Saya termasuk yang beruntung, segera setelah lulus, bekerja sebagai dokter honorer di RS Pelni Petamburan.


Gaji saya saat itu sebagai honorer Rp. 5.000,- per hari, dan Rp 25.000, setiap kali jaga malam. jadi 24 x Rp 5.000,- dan 8 x Rp 25.000,- = pendapatan saya. Gaji pertama unuk ibu saya, gaji bulan berikutnya untuk ke 2 eyang , dari bapak eyang putri , dan dari ayah saya eyang kakung. Ke tiganya nya sudah tiada, tapi doanya selalu bersama saya.




Tuesday, July 24, 2007

Backpack- yang aman untuk anak kita



Backpack –bagaimana yang aman



  1. Beban yang disandang tidak melebihi 20 % berat badan, sebaiknya 15 %. Dengan catatan : jangan melebihi 12,5 kg, berapapun berat badan anak.

  2. -Ransel/ “backpack” yang baik menggunakan tali yang lebar dan dengan bantalan. Posisi yang baik , menggantung tepat di bawah bahu hingga panggul. Hal ini akan mengurangi tarikan pada bahu dan punggung. Mintalah bantuan teman untuk mengencangkan talinya agar terletak dipunggung “fit” .

  3. Gunakan ke dua sisi talinya hal ini membagi beban sama besar. Bila beban berat, gunakan juga tali pada pinggul.

  4. Beban yang berat, seperti buku paket, letakkan paling dasar mendekati punggung, tidak pada dasar ransel.

  5. Bila kebetulan ada locker di sekolah, dan memungkinkan untuk akses ke locker kerapakali, coba rencanakan mana yang diperlukan pada pagi hari, mana yang siang. Atur ulang bilamana perlu.

  6. Cari yang ringan , bahan kanvas lebih ringan dari kulit.
    Upayakan membawa peralatan olah raga pada tas yang berbeda.

    Penggunaan “backpack” yang salah menimbulkan rasa nyeri. Washington Post 14 september 1999 menyebutkan peningkatan jumlah anak yang berobat dengan keluhan sakit pada leher, bahu , dan punggung. Kadang saat mengangkatnya pun sudah menimbulkan sakit. Bulletin mencantumkan pula saran untuk mengangkat:




-Bila “backpack” terlalu berat untuk di angkat, pasti terlalu berat untuk disandang !!!
-Saat hendak mengangkat, posisikan “backpack” pada sisi depan
-Tekuk lutut, angkat dengan menggunakan kekuatan otot kaki, bukan otot punggung
-Jangan memutar tubuh saat mengangkat
-Upayakan “backpack” sedekat mungkin dengan tubuh saat mengangkat.

Bagimana dengan anak-anak kita ?
Bapak – ibu , timbang yuk, tas anak kita di pagi hari

Monday, July 23, 2007