Showing posts with label dokter. Show all posts
Showing posts with label dokter. Show all posts

Saturday, November 7, 2009

Walikota Pekalongan : Dokter yang Walikota- Walikota yang dokter


Ini papan praktek "biasa", yang ngga biasa, yang praktek menjabat aktif Walikota Pekalongan. Bertekad tak akan menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi, pak Walikota tetap praktek. Menyiasati
waktu, prakteknya lepas subuh dan, sekitar magrib . Kemungkinan dengan perhitungan jam segini gak ada rapat ya pak Walikota

Friday, March 6, 2009

Sumpah Dokter Indonesia


Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan ber¬moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;
Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja¬an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbang an keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke¬dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan memper¬taruhkan kehormatan diri saya.



Sumpah Dokter Indonesia adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa (1948) yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates.

Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah mengalami perbaikan pada 1983 dan 1993.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sunday, October 19, 2008

Dokter spesialis baru FKUI

Sabtu , 18 Oktober 2008, adik bungsu kami, ada di antara 143 dokter spesialis baru lulusan FKUI. Senang memandangi kumpulan adik- adik dari deretan kursi para guru di depan.

Ada 4 spesialis Rehabilitasi Medik baru, Lela, Rully, Sarifitri , dan Ririn (wah , tersembunyi)

Deretan pimpinan, Dr dr Pratiwi, wakil Dekan; Dr dr Ratna Sitompul, dekan; yang mewakili Rektor; prof Farid A Moeloek, council kedokteran.

(Saya ambil foto-foto dari deretan sisi kanan pimpinan, pesis sebelah podium untuk pidato. Tadinya mau jadi keluarga saja, eh, malah di depan)

Adik bungsu kami, dr Nuvy Nusarintowati SpA

Malamnya dinner, sayang saya tak ikut, he he, Nuvy yang bayar. Wah, adik kami "sudah besar".

Saturday, October 4, 2008

Dokter Memang Wajib Bisa Meramal!

Pendidikan dokter sudah lama dikenal sebagai pendidikan tanpa akhir. Nyaris setiap mahasiswa kedokteran pernah mendengar bahkan punya sticker : Medicine is long life study. Bersentuhan langsung dengan manusia , berurusan dengan kesejahteraan jasmani dan rohani, menyebabkan institusi pendidikan dokter harus menyiapkan dokter yang memang mampu meramal dengan cepat dan tepat.

Pendidikan ramalan dimulai sejak awal pendidikan kedokteran, pemikiran secara analitis menjadi hal yang wajib. Pendidikan dokter sekarang 5 tahun , tiga tahun awal untuk meraih gelar sarjana kedokteran, dilanjutkan kepaniteraan, alias magang klinik di rumah sakit pendidikan untuk meraih gelar dokter,mengasah ilmu meramal.

Meramal penyakit

Panas , sakit kepala, nyeri pada lutut, lumpuh anggota gerak separuh tubuh bukanlah penyakit, namun merupakan tanda dan gejala yang di tambah ketrampilan menarik data yang kami kenal dengan anamnesa , disertai dengan pemeriksaan fisik, disertai pemeriksaan penunjang (kami mengenal laboratorium, pemeriksaan radiologi sebagai penunjang), yang dipilih setelah melalui tahapan awal, menjari ramalan. Ramalan yang diharapkan muncul dari seorang dokter ya, sakitnya apa. Kalau bergeser menjadi obatnya apa, barangkali saatnya di revisi. Dokter Ferius menulis di Wikimu ke dokter tidak untuk berobat, tapi untuk di “ajar”, atau memakai terminology consultation pasien datang ke dokter untuk konsultasi. Pasien bisa pulang dari dokter tanpa obat, tapi dengan diagnosis penyakit yang tepat. (Saya ke Dokter, Tapi Gak Butuh Obat Dok! Minggu, 20-07-2008)

Panas saja misalnya, pada anak dan dewasa sudah beda ramalannya. Kita persempit lagi, panas pada dewasa. Pertanyaannya akan di mulai sejak berapa lama, sambil dokter membaca identitas yang mancakup umur, jenis kelamin (seharusnya tampak donk), suku (kalau perlu), dan yang dikenal sebagai tanda vital (tekanan darah, denyut jantung, frekuensi pernafasan). Kalau belum dipersiapkan perawat, maka secara simultan, dokter akan menganamnesa sambil memeriksa tanda vital, serta pemeriksaan fisik lainnya yang akan mengerucut jadi ramalan. Para dokter sejak pendidikan untuk meraih sarjana kedokteran, kemudian dokter, dan kalau berlanjut menjadi spesialis, harus mulai merangkai dan memilah dalam pemikirannya penyakit apa yang mungkin, kami mengenalnya sebagai diagnose banding (differential diagnosis). Tahapan selanjutnya sudah disusun pada Pedoman Pelayanan Medis (PPM).

Bagaimana dengan penyakit baru , flu burung misalnya, maka data empiris dikumpulkan, dibuat SOP (Standard Oprating Prosedure) baru yang wajib dihafalkan para dokter untuk meramal. ( Wikipedia: Dalam sains dan metode ilmiah, empiris berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.) Meramal yang sah, bila penyakitnya sudah umum atau lama dikenal harus bedasarkan bukti (Evidence Base Medicine).

Meramal obat

Pada tiap institusi kesehatan, mengenali 10 penyakit terbanyak menjadi kewajiban. Kepentingannya? Diantaranya untuk meramal obat yang diperlukan di tempat kerja. Obat-obatan di Puskesmas, tentu beda dengan obat di rumah sakit yang menjadi rujukan penyakit jantung. Data departemen kesehatan, menyebutkan penyakit gigi dan mulut menempati peringkat teratas, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA )merupakan penyakit terbanyak ke tiga (penelusuran google – data 2001). Sedangkan data Kota administrasi Jakarta selatan, menampilkan ISPA teratas. Jadi untuk Jakarta selatan, bukan menambah dokter gigi, namun persediaan obat untuk ISPA yang akan menjadi pemikiran. Di Papua, misalnya, obat anti malaria harus menjadi tersedia (http://www.antara.co.id/arc/2007/8/29/nyamuk-malaria-di-papua-kebal-terhadap-obat-cloroquin/), disamping penyebaran HIV /AIDS yang mesti dicermati (http://kkpjayapura.blogspot.com/2008/01/di-biak-irt-terbanyak-mengidap-hivaids.html)

Memberikan dan menjaga kompetensi meramal

Tahap magang merupakan tahapan menggembleng meramal tepat dan cepat. Sulung saya, di hari ke dua lebaran, subuh sudah berangkat, untuk jaga di Kebidanan suatu Rumah Sakit di Jakarta Utara. Sebagai mahasiswa kedokteran, yang saat ini magang di Kebidanan, sulung saya berjaga dari pk 8.00 hingga pk 8.00 esok hari. Belajar sambil bekerja, suatu kunci untuk memperoleh intuisi meramal.

Sehari sebelum lebaran, saya mendapat rujukan dari teman sejawat yang spesialis syaraf. Pasien stroke, lemah anggota gerak kiri, belum bisa makan, terpasang naso - gastric tube (NGT). Anamnesa , stroke satu minggu. Saya dapati anggota gerak kiri refleks fisiologis meningkat. Ramalan saya ? Anggota gerak akan segera pulih, perawat dan keluarga (pada hari dengan tenaga yang kurang), konsentrasi pada asupan nutrisi. Ramalan akan di evaluasi sore ini,

Kompetensi meramal dijaga dengan adanya institusi Penddidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB), perhimpunan para dokter dengan payung Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Para dokter wajib punya sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang masing- masing , dan sertifikasi ini diperbaharui lima tahunan, setelah melalui uji kompetensi.

Kompetensi dokter Indonesia

Setiap Negara mempunyai kompetensi tersendiri. Untuk penyakit tropis , Indonesia jagonya. Hal lain? Beberapa dokter Indonesia, di undang untuk menjadi pengajar pada institusi bergengsi di luar negri, dan jangan heran , bila berbat ke Manca Negara, dan mendapat jawaban , tunggu konsultan kami, eh, jegagik, konsultannya (dari) Indonesia!

Jadi, ke dokter untuk mencari ramalan penyakit. Buka diri, agar ramalan menjadi tepat. Kepercayaan ke pada dokter menjadi kunci.

Jakarta, 2 Oktober 2008

Nury Nusdwinuringtyas

Kepala Divisi Rehabilitai Respirasi

Koordinator Penelitaan

Departemen Rehabilitasi Medik - RS Rujukan Nasional Dr Cipto Mangunkusumo - Jakarta

Keterangan:

naso - gastric tube (NGT). Suatu tabung melalui hidung masuk menuju lambung. Antara lain untuk memasukkan nutrisi . http://www.medterms.com/s

Wednesday, September 3, 2008

Mengatur hari bersama “pelanggan”

Bekerja di FKUI – RSCM, artinya Tri Darma Perguran Tinggi (Pendidikan, Pelayanan dan Penelitian) jadi kuajiban. Menyiasati waktu yang tetap hanya 24 jam, saya mengikut sertakan “pelanggan” mengatur waktu. Di RSCM sebagai Kepala Divisi Rehabilitasi Respirasi, saya wajib mngembangkan ilmu Rehabilitasi Respirasi. Nah, mas Eryawan mengalami sendiri, untuk menegakkan diagnose dan menetapkan regimen terapi , diperlukan paling tidak 2 jam, hanya untuk seorang Eryawan.

Di klinik saya , saya mengembangkan penanganan nyeri, satu orang paling tidak satu jam. Untuk “pelanggan baru” , saya memerlukan waktu nyaris 2 jam. Memulai hari pk 2.00. untuk membaca jurnal dan kegiatan rumah tangga, saya berusaha mengakhiri pk 21.00, dan tidur pk 22 . 00.

Saya tidak memasang jam praktek pada papan , saya cantumkan “dengan perjanjian”. Sulit pada mulanya, orang Indonesia , selain keadaan jalan yang macet , agak sulit menepati janji. Berjalan hampir 2 tahun , sekarang aman, saya sampaikan dengan jelas mengapa saya tidak menerima “pelanggan” di atas pk 20.00. Pernah beberapa mencoba , datang pk 21.00, dengan alasan “Kan sudah tidak ada pelanggan lain”. Waduh, dokter juga manusia, saya perlu istirahat , dan saya perlu berinteraksi dengan keluarga. Saya mulai menerapkan di klinik Respirasi saya di Cipto, sudah mulai berjalan. “Kepatuhan waktu” untuk di klinik nyeri, mendekati 100 %, yang di RSCM baru untuk menganalisa, dari beberapa perjanjian, berapa yang terlaksana.

Sejawat, bisa kok, kita mengatur penghasilan, tanpa “menjadi sakit”.

Saturday, September 22, 2007

kamus " baru"

Dari pada daku tertawa sendiri, mari membaca bersama . Ini dari milis panekuk sanur:



Topik: [panekuksanur] Kosakata Baru - Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi 2007


Entri kata-kata terbaru yang masuk ke Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi
2007:

Cerai : Bentuk kalimat masa depan (future tense) dari Menikah

Kuliah : Seni memindahkan informasi dari buku catatan dosen ke buku
catatan mahasiswa tanpa melalui otak kedua belah pihak.

Konferensi : Kebingungan seseorang dikalikan dengan jumlah peserta.

Ruang Konferensi : Sebuah tempat dimana semua orang bicara, tidak
seorangpun mendengar, dan sesudahnya setiap orang bilang tidak setuju.

Komite : Individu-individu yang tidak bisa melakukan apa-apa secara
individu dan duduk untuk memutuskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Kantor : Sebuah tempat dimana kamu bisa rileks setelah menjalani hidup rumah tangga yang berat.

Menguap : Satu-satunya waktu dimana sebagian dari para suami bisa
membuka mulutnya.

Kompromi : Seni membagi kue dengan cara tertentu sehingga tiap orang
percaya bagiannyalah yang paling besar.

Air mata : Tekanan hidrolis yang dengannya kekuatan tekad yang maskulin dikalahkan oleh kekuatan air yang feminin.

Klasik : sebuah buku yang dipuji orang-orang, tapi tidak dibaca.

Senyum : Sebuah garis melengkung yang bisa meluruskan banyak hal.

Dst. : Sebuah tanda yang membuat orang lain percaya kamu tahu lebih
banyak daripada yang sebenarnya..

Pengalaman : Sebutan yang diberikan para pria untuk kesalahan-kesalahan nya.

Bom Atom : Penemuan yang mengakhiri semua penemuan.

Diplomat : Seseorang yang mengatakan kepadamu "Go to hell!" dengan cara sedemikian memikatnya hingga kamu benar-benar merasa ingin ke sana.

Kriminal : Seseorang yang tidak beda sama sekali dengan semua orang,
kecuali bahwa dia tertangkap.

Boss : Seorang yang datang cepat ketika kamu terlambat, dan nongol siang ketika kamu datang lebih pagi.

Politisi : Seorang yang mengguncang- guncang genggaman tanganmu sebelum pemilihan dan mengguncang- guncang keyakinanmu sesudahnya.

Dokter : Seseorang yang membunuh sakitmu dengan pil, lalu membunuhmu dengan tagihan.





Tuesday, August 7, 2007

25 tahun jadi dokter !!!


Ini eyangku Darmosoewito , disebelahnya eyang putri masa muda. saya tak pernah jumpa. Eyang putri meninggal saat ibu saya berusia 5 tahun. Jadilah eyang kakung duren dengan 8 anak.




Surat ini saya scan dari surat eyang saya. Membalas kiriman uang saya , yang pada masa itu dengan wesel pos.
Artinya saya bekerja sudah 25 tahun. Seingat saya, saya wisuda April atau Mei 1982, bulan mei atau Juni 1982 sudah bekerja di RS Pelni. Nah , gaji pertama untuk ibu saya, berikutnya untuk eyang-eyang saya.

25 tahun yang lalu saya lulus dari Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro. Saya termasuk yang beruntung, segera setelah lulus, bekerja sebagai dokter honorer di RS Pelni Petamburan.


Gaji saya saat itu sebagai honorer Rp. 5.000,- per hari, dan Rp 25.000, setiap kali jaga malam. jadi 24 x Rp 5.000,- dan 8 x Rp 25.000,- = pendapatan saya. Gaji pertama unuk ibu saya, gaji bulan berikutnya untuk ke 2 eyang , dari bapak eyang putri , dan dari ayah saya eyang kakung. Ke tiganya nya sudah tiada, tapi doanya selalu bersama saya.