Tuesday, February 7, 2017

Majapahit: Brawijaya V

      Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar di Indonesia. Kerajaan Majapahit didirikan raden Wijaya tahun 1293. Berjaya sekitar 234 tahun, diperintah 12 raja dan 2 penguasa setelahnya. Kejayaan dicapai saat pemerintahan raja Hayam Wuruk (1350-1389), yang didampingi Mahapatih Gajah Mada.
      Gelar Brawijaya mulai dipergunakan saat masa pemerintahan Raja Kertawijaya (raja majaphit ke VIII). Bra berart raja, dan wijaya berarti keturunan raden Wijaya.
      Kekuasaan Majapahit runtuh saat Raja Brawijaya V. Ayah Raden Patah dengan istri dari Campa bernama Sie tan Nio terkabar moksa, namun ada kisah yang menyebutkan menjadi muslim dan menyepi di sebuah desa.
Inilah sejarah perpindahan Hindu ke Islam.



Foto diambil Juli 2007. Bersama bungsu kunjung Trowulan.

Mataram Jawa Timur: Medang Kamulan

       Medang Kamulan terletak di muara sungai Brantas. Ibukotanya Watan Mas. Kerajaan ini didirikan oleh Mpu Sindok, setelah memindahkan pusat pemerintahnnya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Ini terjadi pada abad ke 10. Mpu Sindok yang sesunggahnya dari wangsa Sanjaya , mendirikan dinasti baru, dinasti Isyana. Kerajaan Medang Kamulan suram sepeninggal mpu Sindok, dan kembali berjaya saat pemerintahan Airlangga. Airlangga juga keturunan Mpu Sindok dari pihak ibunya. Tahun 1042 Airlangga turun tahta, tahta yang seharusnya jatuh pada putrinya dari permaisuri, namun karena sang putri memilih menjadi pertapa, maka kerajaan diserahkan pada 2 putra dari selir. Kerajaan Medang Kamulan dibelah dua, menjadi Kerajaan jenggala dan Kediri (Panjalu).
     Mengaduk ingatan saya, ada dongeng, seorang Mpu (?) membelah kerajaan Medang dengan terbang (?) dan mengucurkan air dari kendi.
      Ah, jadi ingat masa kecil. Banyak komik bergambar tentang wayang dan ternyata juga bagian dari sejarah.

Mataram Kuno

           Guide kami, pak Hartono, menyebutkan, kerajaan Mataram Kuno di jawa tengah berpindah ke Jawa timur dan selanjutnya kembali ke Jawa tengah menuju mataram islam dengan dimulainya Adipati Jimbun bertahta di Demak. Ini saya agak tidak mengerti. Saya cari tentang Mataram kuno.
           Mataram kuno diperitanh 2 dinasti (wangsa) , dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra. Kerajaan Mataram berdiri pada abad ke 8, diperintah raja sanna, yang digantikan putranya Sanjaya dan kemudian Panangkaran. Panangkaran bertahta dengan gelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Raka i Panangkaran, yang berarti Rakai Panangkaran berasal dari Keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra. Sepeninggal Panangkaran, Mataram terbelah dua, Mataram bercorak Hindu dan Mataram bercorak Buddha. Sisi Utara jawa tengah merupakan wilayah wangsa Sanjaya yang bercorak Hindu, sedangkan wilayah jawa Tengat Selatan merupakan wliayah wangsa Syailendra yang bercorak Buddha. 
          Perpecahan tidak berlangsung lama, tahun 850 rakai Pikatan mengadakan pernikahan politik dengan Pramodhawardhani dari dinasti Syailendra. Pada masa pemerintahan ke duanya, wilayah kerajaan meluas, meliputi jawa tengah dan jawa timur. Rakai pikatan dan Pramodhawardhani yang berbeda agama membangun candi dengan corak berbeda. Rakai Pikatan membangun Candi Prambanan dengan corak Siwa, sedangkan Pramodhawardhani sangat memperhatikan candi Borobudur yang dibangun ayahnya pada 842 M.
          Raja Mataram kuno berganti-ganti, hingga tahun 910, dibawah pemerintahan Mpu Sindok. Saat inilah pusat pemerintahan Mataram dipindah ke Jawa Timur. Perpindahan ini terjadi saat meletusnya gunung Merapi.
          Ha…ini yang dimaksud dengan perpindahan Mataram kun ke jawa timur
Terima kasih pak Hartono. Saya hanya ingat nama mpu Sindok itu terkenal. Tapi tidak mengerti perannya.
Ilustrasi: Prambanan dari Abhayagiri
          Terkisah ada dua putri Campa yang dikirim ke Majapahit. Seorang menjadi permaisuri, dan yang satu menjadi selir. Selir inilah yang ibu dari R Patah, yang selanjutnya menjadi istri Arya Damar. Demikian kisah yang saya dengar atau saya baca saat kecil. Raden Patah alias Jimbun, ternyata disebut juga Hasan dengan nama Cina Cek Ko Poo

Raden Patah dan Arya Damar (Bupati Palembang)

          Pada baris terbawah ada bhre Kertabumi (Brawijaya V). Raden Patah yang putra Brawijaya V dari selir berdarah Cina lahir di Palembang. Ini terjadi karena permaisuri Brawijaya V, Ratu Dwarawati,yang berdarah Campa, cemburu. Selir Cina diserahkan kepada Arya Damar untuk dijadikan istri. Lahirlah raden Patah di Palembang.