Showing posts with label low level laser. Show all posts
Showing posts with label low level laser. Show all posts

Saturday, March 5, 2011

Nyeri pada leher- cervical syndrome ?


Kenzo (bukan nama sebenarnya), laki-laki, 28 tahun, datang dengan keluhan tak bisa tidur karena kesakitan pada leher yang menjalar ke lengan kiri hingga tangan kiri. Kenzo hanya bisa duduk, tidur berbaring dengan posisi apapun, akan memicu sakitnya. A..ha, ini yang dikenal sebagai cervical syndrome, suatu terminologi menggambarkan tanda dan gejala yang terjadi karena iritasi persyarafan cervical (leher) yang menyebabkan peradangan.


Anatomi dan persyarafan

Leher merupakan bagian tulang belakang yang paling tinggi, dan sifatnya yang khusus menopang kepala, menyebabkan komponennya harus cukup fleksibel. Seperti juga tulang belakang yang lain, tulang leher tediri atas dua bagian besar, depan dan belakang. Bagian depan / vertebra bodies merupakan unit fungsional, diantara dua badan vertebre terdapat bantalan yang bersifat sebagai peredam shock absorb, sedangkan bagian belakang dibentuk oleh arcus atau lengkung, dua prosesus transverses dan satu prosesus spinosus, serta sepasang sendi. Bagian belakang merupakan perlekatan otot dan ligament yang mendukung kepala dan leher, serta mengerakkan tulang belakang, tepatnya leher. Bagian tengah sisi belakang yang merupakan ronngga, dan mejadi semacam lorong dari leher hingga punggung bawah, terdapat yang dikenal sebagai badan dari syaraf pusat, berbentuk seperti ekor untuk otak. Pada tiap ruas antar ke dua tulang belakang, pada bagian depan terdapat bagian dari persyarafan yang disebut radix/ akar.


Persyarafan leher dan lengan merupakan gabungan tiga saraf cervical dan dua saraf kelompok thorakal, yang disebut sebagai plexus brachialis. Ke lima saraf anyam menyaman mempersyarafi leher, lengan hingga tangan. Setiap saraf merupakan gabungan akar (radix) yang bersifat penggerak dan perasa. Gangguan pada persyarafan menimbulkan gejala dan tanda sakit, gangguan perasaan hingga gangguan gerak. Gangguan persyarafan leher, sesuai dengan sifatnya, dapat menimbulkan gejala pada lengan dan tangan.


Bagaimana dengan Kenzo?

Kenzo merasakan sakit yang sangat, keluhan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang dibawa mengarah pada diagnose cervical syndrome. Nyeri pada Kenzo terpicu saat gerakan menengadah dan miring kanan dan kiri. MRI menegaskan dengan gambaran yang sesuai yaitu: spondylosis cervical, HNP cervical C5-C6 posterolateral, iritasi radix C6. Nyeri dirasakan hingga mencapai derajat nyeri 10 pada posisi tertentu. Saya dapati lengan yang teraba hangat dan jaringan yang teraba tegang. Kenzo sudah mendapat obat untuk menghilangkan rasa sakit yang bekerja pada saraf tepi maupun yang bekerja meredakan perasaan sakit pada saraf pusat. Saya menambahkan low power laser dan satu obat lagi untuk segera meredam peradangan. Nyeri berkurang setelah pemberian laser pertama, bisa tidur meski masih dalam posisi setengah duduk setelah laser ke dua, dan pada kunjungan ke tiga, lengan kiri sudah tidak teraba hangat dan ketegangan menurun. Laser ke empat diberikan setelah jeda dua hari, karena mempersiapkan neck collar rigid yang bisa disesuaikan ketinggiannya. Neck collar selain untuk membatasi gerak, juga mengistirahatkan otot yang tegang karena peradangan, serta nantinya berefek traksi atau tarikan yang meninggikan ruang antar dua tulang leher, sehingga mengurangi jepitan syaraf.


Pada Kenzo belum diberikan latihan untuk memperkuat otot, saat ini diperlukan meredakan peradangan dulu. Ini hari ke enam sejak Kenzo datang pertama kali. Saya berikan laser ke empat, sakit pada skala tiga, tetapi bila berjalan cepat dan lengan tergantung, nyeri menjadi tujuh. Jadi diharapkan Kenzo tidak menggantung lengan, karena akan berakibat seperti tarikan pada plexus brachialis, memicu radang kembali. Laser low power tepat untuk Kenzo, saat ini. Pada keadaan radang yang sedang terjadi (akut), tidak diharapkan pemberian sesuatu alat yang menimbulkan panas.

Pengobatan nyeri leher ditentukan penyebabnya, Pada Kenzo, penyebabnya peradangan pada akar syarat. Pemberian obat selain untuk meredakan nyeri, juga diutamakan meredakan peradangan. Terapi akan berbeda bila penyebabnya berbeda, namun pada dasarnya yang awal dapat dilakukan : “istirahat” kan leher dan ataupun lengan yang sakit. Bila dirasakan berdenyut, kompres dengan air dingin, tidak yang bersifat panas. Kenali gerakan leher kearah mana menjadi pemicu rasa sakit. Berbekal “dongeng” gejala dan tanda, disertai pemeriksaan penunjang, terapi dapat diberikan dengan tepat.




Saturday, February 5, 2011

Kaki diabetes (diabetic foot): Kenali, waspadai.


Saat ini saya dan beberapa dokter dari disiplin ilmu yang berbeda, penyakit dalam sub divisi endokrin dan bedah ortopedi sedang berusaha menyelamatkan kaki penyandang diabetes, istilah kerennya limb saving. Limb saving merupakan upaya menyelamatkan anggota gerak.

Bagaimana bisa terjadi?

Pada seseorang dengan diabetes, kadar gula darah terlalu tinggi sehingga mencederai syaraf dan pembuluh darah. Syaraf yang cedera selanjutnya menyebabkan “perasaan’ pada kaki hilang. Anda tidak dapat merasakan rasa sakit oleh sebab apapun pada kaki misalnya karena tertusuk atau cedera saat memotong kuku, sehingga mudah terjadi luka yang terinfeksi.

Kerusakan syaraf disebut sebagai diabetic neuropathy, dijumpai pada separuh penyandang diabetes. Gejala yang terjadi mencakup:

-Baal pada kaki, nyeri yang tiba-tiba, rasa panas, atau kesemutan.

-Mual, muntah, sulit buang air besar atau diare.

-Gangguan seksual, gangguan berkemih.

-Rasa berputar saat berubah posisi dengan cepat.

Kaki diabetes menjadi serius bila akhirnya perlu diamputasi atau dihilangkan. Gangguan pembuluh darah berarti kaki tidak mendapat cukup pasokan darah dan oksigen, sehingga akan sulit terjadi penyembuhan saat terjadi luka dan atau infeksi.

Saran:

-Periksa kaki secara berkala. Saya menyarankan periksa saat akan tidur malam.

-Pergunakan sepatu nyaman dengan ukuran sesuai.

-Cuci kaki dengan sabun dan air hangat, keringkan sesudahnya.

-Potong kuku lurus saja, tidak terlalu pendek.

Yang penting :

Masalah kaki diabetes dapat dihindari dengan mengontrol kadar gula darah juga kebersihan kaki, karena gula darah yang terkontrol dapat mencegah gangguan syaraf atau mencegah perburukan.

Ilustrasi:

Kaki yang sudah terpaksa diamputasi beberapa jari, sedang diupayakan “menyelamatkan” .

Friday, February 4, 2011

Nyeri pada leher- cervical syndrome ?



Kenzo (bukan nama sebenarnya), laki-laki, 28 tahun, datang dengan keluhan tak bisa tidur karena kesakitan pada leher yang menjalar ke lengan kiri hingga tangan kiri. Kenzo hanya bisa duduk, tidur berbaring dengan posisi apapun, akan memicu sakitnya. A..ha, ini yang dikenal sebagai cervical syndrome, suatu terminologi menggambarkan tanda dan gejala yang terjadi karena iritasi persyarafan cervical (leher) yang menyebabkan peradangan.

Anatomi dan persyarafan

Leher merupakan bagian tulang belakang yang paling tinggi, dan sifatnya yang khusus menopang kepala, menyebabkan komponennya harus cukup fleksibel. Seperti juga tulang belakang yang lain, tulang leher tediri atas dua bagian besar, depan dan belakang. Bagian depan / vertebra bodies merupakan unit fungsional, diantara dua badan vertebre terdapat bantalan yang bersifat sebagai peredam shock absorb, sedangkan bagian belakang dibentuk oleh arcus atau lengkung, dua prosesus transverses dan satu prosesus spinosus, serta sepasang sendi. Bagian belakang merupakan perlekatan otot dan ligament yang mendukung kepala dan leher, serta mengerakkan tulang belakang, tepatnya leher. Bagian tengah sisi belakang yang merupakan ronngga, dan mejadi semacam lorong dari leher hingga punggung bawah, terdapat yang dikenal sebagai badan dari syaraf pusat, berbentuk seperti ekor untuk otak. Pada tiap ruas antar ke dua tulang belakang, pada bagian depan terdapat bagian dari persyarafan yang disebut radix/ akar.


Persyarafan leher dan lengan merupakan gabungan tiga saraf cervical dan dua saraf kelompok thorakal, yang disebut sebagai plexus brachialis. Ke lima saraf anyam menyaman mempersyarafi leher, lengan hingga tangan. Setiap saraf merupakan gabungan akar (radix) yang bersifat penggerak dan perasa. Gangguan pada persyarafan menimbulkan gejala dan tanda sakit, gangguan perasaan hingga gangguan gerak. Gangguan persyarafan leher, sesuai dengan sifatnya, dapat menimbulkan gejala pada lengan dan tangan.

Bagaimana dengan Kenzo?

Kenzo merasakan sakit yang sangat, keluhan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang dibawa mengarah pada diagnose cervical syndrome. Nyeri pada Kenzo terpicu saat gerakan menengadah dan miring kanan dan kiri. MRI menegaskan dengan gambaran yang sesuai yaitu: spondylosis cervical, HNP cervical C5-C6 posterolateral, iritasi radix C6. Nyeri dirasakan hingga mencapai derajat nyeri 10 pada posisi tertentu. Saya dapati lengan yang teraba hangat dan jaringan yang teraba tegang. Kenzo sudah mendapat obat untuk menghilangkan rasa sakit yang bekerja pada saraf tepi maupun yang bekerja meredakan perasaan sakit pada saraf pusat. Saya menambahkan low power laser dan satu obat lagi untuk segera meredam peradangan. Nyeri berkurang setelah pemberian laser pertama, bisa tidur meski masih dalam posisi setengah duduk setelah laser ke dua, dan pada kunjungan ke tiga, lengan kiri sudah tidak teraba hangat dan ketegangan menurun. Laser ke empat diberikan setelah jeda dua hari, karena mempersiapkan neck collar rigid yang bisa disesuaikan ketinggiannya. Neck collar selain untuk membatasi gerak, juga mengistirahatkan otot yang tegang karena peradangan, serta nantinya berefek traksi atau tarikan yang meninggikan ruang antar dua tulang leher, sehingga mengurangi jepitan syaraf.

Pada Kenzo belum diberikan latihan untuk memperkuat otot, saat ini diperlukan meredakan peradangan dulu. Ini hari ke enam sejak Kenzo datang pertama kali. Saya berikan laser ke empat, sakit pada skala tiga, tetapi bila berjalan cepat dan lengan tergantung, nyeri menjadi tujuh. Jadi diharapkan Kenzo tidak menggantung lengan, karena akan berakibat seperti tarikan pada plexus brachialis, memicu radang kembali. Laser low power tepat untuk Kenzo, saat ini. Pada keadaan radang yang sedang terjadi (akut), tidak diharapkan pemberian sesuatu alat yang menimbulkan panas.

Pengobatan nyeri leher ditentukan penyebabnya, Pada Kenzo, penyebabnya peradangan pada akar syarat. Pemberian obat selain untuk meredakan nyeri, juga diutamakan meredakan peradangan. Terapi akan berbeda bila penyebabnya berbeda, namun pada dasarnya yang awal dapat dilakukan : “istirahat” kan leher dan ataupun lengan yang sakit. Bila dirasakan berdenyut, kompres dengan air dingin, tidak yang bersifat panas. Kenali gerakan leher kearah mana menjadi pemicu rasa sakit. Berbekal “dongeng” gejala dan tanda, disertai pemeriksaan penunjang, terapi dapat diberikan dengan tepat.

Thursday, April 1, 2010

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TRANSCUTANEOUS ION (TENS) DAN LOW LEVEL LASER THERAPY TERHADAP PENURUNAN DERAJAT NYERI PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT


Perbandingan Efek Transcutaneus Electrical Nerve Stimulations (TENS) dan Laser tenaga Rendar (LTR) terhadap penurunan derajat nyeri penderita osteoarthritis lutut.

Hikmah Amayanti Adil ;Angela B.M Tulaar; Nury Nusdwinuringtyas; Suryanto Hartono, M

Abstrak :

Latar belakang: Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyakit degenerative , sering menimbulkan nyeri dan disabilitas sehingga menyebabkan gangguan fungsi dan kualitas hidup penderita .

Tujuan : mengetahui efek terapi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulations (TENS) dan Laser Tenaga

Rendah (LTR) terhadap penurunan derajat nyeri penderita OA lutut.

Metode: Uji klinis acak terkontrol . Empat puluh empat subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok (kelompok TENS dan LTR) . Setiap subyek mendapat terapi lima kali berturut- turut selama satu minggu . sebelum dan sesudah terapi dilakukan penilaian nyeri berdasarkan Visual analog scale (VAS) .

Hasil : pada ke dua kelom[ok perlakuan terdapat penurunan nyeri (VAS) yang berbeda brmakna (p<0,05). style=""> Penurunan nyeri (VAS ) lebih besar pada kelompok LTR.

Simpulan : TENS dan LTR menurunkan nyeri pada penderita OA lutut. Penurunan nyeri didapatkan lebih besar pada LTR di bandingkan TENS.

Sunday, February 15, 2009

Lutut- kasus 14 Februari 2009

Kasus yang datang di poliklinik Rehabilitasi Medik RS PELNi, Sabtu 14 Februari 2009.

Tampak lutut kanan yang membengkak, dirasakan nyeri yang berdenyut. Nyeri dengan skala nyeri di atas 5.

(Bandingkan dengan sisi kiri yang merupakan bentuk normal)

Untuk kasus seperti ini, disarankan penggunaan modalitas yang tidak menimbulkan panas. Saat ini diberikan TENS, yang dapat diberikan lagi kompres dingin dan Laser tenaga rendah.


Latihan tunda hingga nyeri hilang.

Kesimpulan : atasi inflamasi / radangnya dulu.

Pada pasien ini didapati penyulit:

Diabetes melitus, kadar gula saat datang 400mg/dl

Thursday, November 20, 2008

Senang melihat mas Pudjo tersenyum


Ini sesepuh kami , bpk Pudjo Muljono SH

Sempat membuat kami prihati, terbaring , patah pada bonggol tulang kaki kiri (fraktur kolum femoris), dengan penyulit kencing manis.

Kami jemput untuk kami berikan laser tenaga rendah. Senang melihat beliau, tersenyum , karena merasakan nyeri menghilang segera setelah pemberian laser.

Semoga segera pulih.



Saturday, March 22, 2008

Elsa dan plantar fasiitis

Tumit nya Elsa, nyeri pagi hari saat bangun tidur, saat kaki mulai menapak

Cold laser, Diode, 30 Joule barhasil menghilangkan nyeri

Jangan lupa latihan ya Elsa sayang, umur......