Showing posts with label pain. Show all posts
Showing posts with label pain. Show all posts

Friday, February 4, 2011

Nyeri pada leher- cervical syndrome ?



Kenzo (bukan nama sebenarnya), laki-laki, 28 tahun, datang dengan keluhan tak bisa tidur karena kesakitan pada leher yang menjalar ke lengan kiri hingga tangan kiri. Kenzo hanya bisa duduk, tidur berbaring dengan posisi apapun, akan memicu sakitnya. A..ha, ini yang dikenal sebagai cervical syndrome, suatu terminologi menggambarkan tanda dan gejala yang terjadi karena iritasi persyarafan cervical (leher) yang menyebabkan peradangan.

Anatomi dan persyarafan

Leher merupakan bagian tulang belakang yang paling tinggi, dan sifatnya yang khusus menopang kepala, menyebabkan komponennya harus cukup fleksibel. Seperti juga tulang belakang yang lain, tulang leher tediri atas dua bagian besar, depan dan belakang. Bagian depan / vertebra bodies merupakan unit fungsional, diantara dua badan vertebre terdapat bantalan yang bersifat sebagai peredam shock absorb, sedangkan bagian belakang dibentuk oleh arcus atau lengkung, dua prosesus transverses dan satu prosesus spinosus, serta sepasang sendi. Bagian belakang merupakan perlekatan otot dan ligament yang mendukung kepala dan leher, serta mengerakkan tulang belakang, tepatnya leher. Bagian tengah sisi belakang yang merupakan ronngga, dan mejadi semacam lorong dari leher hingga punggung bawah, terdapat yang dikenal sebagai badan dari syaraf pusat, berbentuk seperti ekor untuk otak. Pada tiap ruas antar ke dua tulang belakang, pada bagian depan terdapat bagian dari persyarafan yang disebut radix/ akar.


Persyarafan leher dan lengan merupakan gabungan tiga saraf cervical dan dua saraf kelompok thorakal, yang disebut sebagai plexus brachialis. Ke lima saraf anyam menyaman mempersyarafi leher, lengan hingga tangan. Setiap saraf merupakan gabungan akar (radix) yang bersifat penggerak dan perasa. Gangguan pada persyarafan menimbulkan gejala dan tanda sakit, gangguan perasaan hingga gangguan gerak. Gangguan persyarafan leher, sesuai dengan sifatnya, dapat menimbulkan gejala pada lengan dan tangan.

Bagaimana dengan Kenzo?

Kenzo merasakan sakit yang sangat, keluhan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang dibawa mengarah pada diagnose cervical syndrome. Nyeri pada Kenzo terpicu saat gerakan menengadah dan miring kanan dan kiri. MRI menegaskan dengan gambaran yang sesuai yaitu: spondylosis cervical, HNP cervical C5-C6 posterolateral, iritasi radix C6. Nyeri dirasakan hingga mencapai derajat nyeri 10 pada posisi tertentu. Saya dapati lengan yang teraba hangat dan jaringan yang teraba tegang. Kenzo sudah mendapat obat untuk menghilangkan rasa sakit yang bekerja pada saraf tepi maupun yang bekerja meredakan perasaan sakit pada saraf pusat. Saya menambahkan low power laser dan satu obat lagi untuk segera meredam peradangan. Nyeri berkurang setelah pemberian laser pertama, bisa tidur meski masih dalam posisi setengah duduk setelah laser ke dua, dan pada kunjungan ke tiga, lengan kiri sudah tidak teraba hangat dan ketegangan menurun. Laser ke empat diberikan setelah jeda dua hari, karena mempersiapkan neck collar rigid yang bisa disesuaikan ketinggiannya. Neck collar selain untuk membatasi gerak, juga mengistirahatkan otot yang tegang karena peradangan, serta nantinya berefek traksi atau tarikan yang meninggikan ruang antar dua tulang leher, sehingga mengurangi jepitan syaraf.

Pada Kenzo belum diberikan latihan untuk memperkuat otot, saat ini diperlukan meredakan peradangan dulu. Ini hari ke enam sejak Kenzo datang pertama kali. Saya berikan laser ke empat, sakit pada skala tiga, tetapi bila berjalan cepat dan lengan tergantung, nyeri menjadi tujuh. Jadi diharapkan Kenzo tidak menggantung lengan, karena akan berakibat seperti tarikan pada plexus brachialis, memicu radang kembali. Laser low power tepat untuk Kenzo, saat ini. Pada keadaan radang yang sedang terjadi (akut), tidak diharapkan pemberian sesuatu alat yang menimbulkan panas.

Pengobatan nyeri leher ditentukan penyebabnya, Pada Kenzo, penyebabnya peradangan pada akar syarat. Pemberian obat selain untuk meredakan nyeri, juga diutamakan meredakan peradangan. Terapi akan berbeda bila penyebabnya berbeda, namun pada dasarnya yang awal dapat dilakukan : “istirahat” kan leher dan ataupun lengan yang sakit. Bila dirasakan berdenyut, kompres dengan air dingin, tidak yang bersifat panas. Kenali gerakan leher kearah mana menjadi pemicu rasa sakit. Berbekal “dongeng” gejala dan tanda, disertai pemeriksaan penunjang, terapi dapat diberikan dengan tepat.

Thursday, April 1, 2010

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TRANSCUTANEOUS ION (TENS) DAN LOW LEVEL LASER THERAPY TERHADAP PENURUNAN DERAJAT NYERI PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT


Perbandingan Efek Transcutaneus Electrical Nerve Stimulations (TENS) dan Laser tenaga Rendar (LTR) terhadap penurunan derajat nyeri penderita osteoarthritis lutut.

Hikmah Amayanti Adil ;Angela B.M Tulaar; Nury Nusdwinuringtyas; Suryanto Hartono, M

Abstrak :

Latar belakang: Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyakit degenerative , sering menimbulkan nyeri dan disabilitas sehingga menyebabkan gangguan fungsi dan kualitas hidup penderita .

Tujuan : mengetahui efek terapi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulations (TENS) dan Laser Tenaga

Rendah (LTR) terhadap penurunan derajat nyeri penderita OA lutut.

Metode: Uji klinis acak terkontrol . Empat puluh empat subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok (kelompok TENS dan LTR) . Setiap subyek mendapat terapi lima kali berturut- turut selama satu minggu . sebelum dan sesudah terapi dilakukan penilaian nyeri berdasarkan Visual analog scale (VAS) .

Hasil : pada ke dua kelom[ok perlakuan terdapat penurunan nyeri (VAS) yang berbeda brmakna (p<0,05). style=""> Penurunan nyeri (VAS ) lebih besar pada kelompok LTR.

Simpulan : TENS dan LTR menurunkan nyeri pada penderita OA lutut. Penurunan nyeri didapatkan lebih besar pada LTR di bandingkan TENS.

Saturday, February 13, 2010

Nyeri pada bahu- bicipital tendinitis (mungkin)


Mbak An (belum ijin , jadi pakai nama “samara”) yang manis mengirimkan SMS: Terima kasih dokter Nury, saya sudah bisa kembali bekerja.

Nyonya muda ini dikirim seorang sejawat dengan dugaan diagnose Frozen Shoulder , terjemahan bebasnya bahu beku.

Dari anamnesa saya dapati akivitas mbak An harus sering melakukan gerakan berulang ritmis yang menyebabkan bahu pada posisi sebagai penumpu dan pemandu gerak. Rumit ya.

Saya mulai dengan anatomi bahu, karena otot bicep merupkan bagian dari gelang bahu.

Anatomi

Bahu merupakan persendian yang disusun oleh tiga tulang, tulang lengan atas (humerus), tulang scapula, yang lebar pada bahu sisi punggung dan oleh orang Jawa disebut entong- entong , serta klavikula, , tulang yang melintang dari bahu menuju leher.

Ujung atau kepala tulang lengan atas berbentuk bulat seperti bola yang sesuai dengan socket tulang scapula. Oleh karena itu persendian bahu dikenal sebagai ball-and-socket joint. Otot bisep terletak pada lengan atas sisi depan. Berfungsi saat menekuk siku dan memutar tangan , dan juga membantu menstabilkan bahu.

Otot bisep, sesuai dengan namanya ,mempunyai dua tendon yang mengkaitkan pada bahu. Tendon yang panjang melekatkan pada sisi atas socket bahu (glenoid). Tendon bisep yang pendek melekatkan pada bump pada entong- entong yang disebut prosesus korakoideus. (coracoids process).

Bisipital tendinitis

Bisipital tendinitis terminology yang menggambarkan peradangan pada tendon bisep yang panjang . Literature menyebutkan , pada stadium awal , tendon menjadi kemerahan dan bengkak, dan selanjutnya akan terjadi penebalan pada pembungkus tendon.

Terapi :

Istirahat : menghindari gerakan berlebihan pada bahu.

Ice -es. Lelakkan cold pack 20 menit . ulangi beberapa kali . Es tidak diharapkan diletakkan / dipaparkan langsung pada kulit

Nonsteroidal anti-inflammatory medicines. Saat ini obat golongan ibuprofen and naproxen digunakan untuk menurunan nyeri dan pembengkakan . obat dapa berupa olesan dan obat minum, injeksi.

Selain obat , dapat diberikan laser tenaga rendah, ataupun modalitas panas atau dingin sesuai tahapan .

Injeksi steroid: Steroid, seperti kortison sangat efektif sebagai anti radang. Injeksi langsung pada tendon akan meredakan nyeri. Namun harus dengan pertimbangan karena dapat menyebabakan tendon yang sakit menjadi lebih lemah, sehingga mudah robek.

Terapi fisik

Peregangan dan latihan penguatan yang spesifik diperlukan untuk memperbaili lingkup gerak sendi bahu dan menguatkan bahu.

Bagaimana nyonya muda kita?

Saya dapati pembengkakan dan nyeri saat ditekan pada tendon yang panjang , tepat pada area yang saya kenali sebagai sulkus bisipitalis. Area yang agak mencekung pada lengan atas yang memungkinkan tendon bergerak dengan mulus.

Nyonya muda yang merencanakan putra pertama ini sesuai pekerjaannya harus melakukan kerja tulis yang banyak, tepatnya ratusan tanda tangan dalam sehari. Sesuai dengan sifat tendon untuk bekerja menekuk siku dan memutar tangan .

Kesimpulannya : bisipital tendinitis , terjadi karena gerak berulang menekuk dan memutar tangan , disertai harus menjaga stabilitas bahu.

Apakah sejawat saya salah diagnose? Tidak juga, bisipital tendinitis membawa keluhan dan gejala seperti Frozen shoulder ,dan bila keadaan nya tidak segera diatasai, akan benar-benar menyebabkan bahu beku, suatu keadaan bahu tidak bisa digerakkan ke semua arah. Tentu saja dengan kesakitannya , mbak An yang cantik tidak berani menggerakkan bahunya.

Pada mbak An, saya berikan pain killer dan antiinflamasi dalam bentuk infuse yang diberikan empat hari berturut- turut. Setiap kali pemberian memerlukan waktu empat jam. Plus harus istirahat , tepatnya mengistirahatkan lengan kanan , berjalan agar lengan tidak menggantung , saya sarankan untuk memasukkan dalam saku, dan membiasakan tanda tangan dengan bahu tidak tergantung.

Yang harus dimengerti lagi, penyembuhan merupakan proses, dua minggu diperlukan agar mbak An yang cantik kembali beraktivitas penuh.

Thursday, December 17, 2009

Skoliosis- ketika tulang punggung meliuk


Proyeksi tulang punggung kearah depan diharapkan merupakan suatu garis lurus. Penyimpangannya, tidaklah diharapkan. Skoliosis didefinisikan sebagai terjadinya kurvatura ke lateral, dengan putaran satu atau lebih pada tulang punggung.

Skoliosis merupakan suatu kondisi yang rumit. Ditengarai dengan suatu keadaan tidak hanya terjadinya kecondongan kesamping tetapi juga perputaran kolumna vertebralis pada aksis longitudinal. Serta sering bersamaan dengan terjadinya kiposis dan lordosis.

Anatomi

Tulang punggung (spine) dibentuk oleh Agar berfungsi sebagai penopang yang baik, tulang punggung memilki dua jenis stabilisator. Stabilisator intrinsik dan stabilisator ekstrinsik. Stabilitas intrinsik dari kolumna vertebralis dijaga oleh : a. verterbra dan diskus terutama annulus fibrosus ; b. faset artikular dari sendi intervertebra posterior dengan kapsulnya; c.Ligamen intraspinosus dan supraspinosus, Ligamen flava anatara lamina dan Ligamen longitudinal anterior dan festoriol ; d. Intrinsik intravertebral yang kecil dan muskulus erektorspina.

Stabilitas intrinsik dijaga oleh sangka thoraks. Setiap iga didukung muskulus interkostal masing-masing dan ligament yang menggabungkan antar iga dan iga terhadap prosesus tranfersus dan badan verterbra. Didepan sangka thoraks diperkuat oleh sternum dan kartilago kostalis. Otot-otot abdomen depan dan belakang juga berfungsi sebagai suporter ekstrinsik

Pembagian skoliosis

Struktul dan nonstructural

Suatu skoliosisi dikelompokkan sebagai skoloisis nonstruktutal apabila terkoreksi saat badan

dicondongkan arah lengkungan.

Skoliosis idiopatik

Betahun tahun, skoliosis yang tidak diketahui penyebabnya disebut dengan “ idiopatik”. Namun, ada penelitian yang menyatakan bahwa scoliosis idiopatik merupakan penyakit genetik dan diturunkan melalui gen autosomal dominan dengan penetrance incomplete. Scoliosis idiopatik prevalensinya lebih sering terjadi pada perempuan dewasa, delapan kali lipat dibandingkan dengan laki laki dewasa, dan terjadi sekitar 70 persen diantara kejadian kasus skoliosis lainnya.

Onset kejadian dari skoliosis idiopatik ini dibagi atas 3 periode utama. Periode itu adalah zona infantile, juvenile, dan adolescent.

  1. Intantile ( anak - anak )

Terjadi pada anak sejak lahir hingga berumur 3 tahun. Pada umumnya, di deteksi pada tahun pertama sejak kelahiran. Kasus ini lebih sering terjadi di Inggris, biasanya pada laki- laki dan biasanya lokasi terjadinya adalah pada lekukan thoracic sebelah kiri. Mayoritas sembuh secara spontan, walaupun tidak diobati dan mungkin ini dikarenakan hasil dari pembentukan ketika di rahim; beberapa kasus berkembang menjadi struktur lekukan yang cukup kaku, keras dan prognosis yang jelek.

  1. Juvenile ( remaja )

Terjadi pada umur 4 tahun hingga 10 tahun. Perbedaan antara kasus remaja awal dengan fase anak anak akhir biasanya sulit di pisahkan kecuali didasarkan atas pemeriksaan x-ray. Kebanyakan dari kasus ini dideteksi pada umur lebih dari 6 tahun dan berlokasi pada kurva thorax kanan. Pada kelompok umur ini, prevalensi kasus diantara perempuan dan laki laki terjadi secara merata.

  1. Adolescent ( dewasa )

Kasus pada zona ini didiagnosa ketika kurva dilihat pada umur 10 tahun dan skeletal yang matang. Bentuk dari thorax kanan dan torakolumbal lebih dominan. Perubahan bentuk kurva ini lebih banyak dideteksi pada kelompok umur ini namun sudah terjadi sebelum umur 10 tahun, tapi tidak di deteksi hingga usia menjelang dewasa. Delapan puluh persen dari skoliosis dewasa terjadi pada perempuan, dan kurva yang terbentuk cenderung ke kanan.

Lengkungan idiopatik kemungkinan akan berkembang seiring pertumbuhan. Biasanya, semakin muda waktu kejadian pada anak yang struktur lengkungannya sedang berkembang maka semakin serius porgnosisnya. Pada umumnya struktur lengkungan mempunyai kecendrungan yang kuat untuk berkembang secara pesat pada saat pertumbuhan dewasa., dimana lengkungan kecil non struktur masih fleksibel untuk jangka waktu yang lama dan tidak menjadi semakin parah.

Model dari bentuk lengkungan pada kasus skoliosis idiopatik biasanya termasuk dari satu diantara lima tipe lengkungan ( plate III ).

1. Lengkungan thoraks kanan

Ini adalah bentuk yang paling banyak terjadi pada skoliosis idiopatik dengan letak terjadi pada end-vetebrae T4,5 atau 6 sebagai batas atas, dan T11, 12, atau L1 sebagai batas bawah. Bila disertai rotasi vetebra yang cukup parah, tulang iga pada bagian sisi konvenks mengalami deformitas yang buruk, yang menghasilkan kecacatan pada bentuk dan impairment yang cukup serius dari fungsi kardiopulmonari pada lengkungan yang melengkung mencapai 70 derajat. Lengkungan ini akan berkembang secara cepat dan harus tangani secara dini untuk mendapatkan penyembuhan dan perbaikan bentuk secara fungsional dan kosmetik. Lengkungan thorax kanan merupakan kurva yang MAYOR. Ini dimaksudkan kurva ini mempunyai struktur dan peranan yang penting. Biasanya terdapat lengkungan yang lebih kecil pada arah yang berbeda dan terdapat dibawah kurva thoracic kanan. Lengkungan lengkungan ini adalah SEKUNDER atau COMPESATORY dan biasanya disebut sebagai kurva MINOR .

2. Lengkungan Torakolumbal

Ini adalah lengkunan yang lebih panjang , biasanya mengarah ke arah kanan dengan batas atas di T4, 5 atau 6 dan batas bawah L2, 3, atau 4. selain dari kurva thoraks kanan, terdapat juga kurva thoraks kiri atas minor dan kurva thoraks kiri bawah minor di daerah lumbar untuk tujuan kompensasi. Lengkungan torakolumbal biasanya tidak mengalami kelainan bentuk yang parah, tapi bisa mengakibatkan distorsi tulang iga dari rotasi vertebra tersebut.

3. Kurva mayor ganda

Pada bentuk ini, ada 2 kurva dari prominens yang utama. Keduanya merupakan struktural dan menurut terminologi awal sebagai ” kurva primer ganda”. Lengkungan ini biasanya terdiri atas thoraks kanan dan lengkungan lumbal kiri sama bentuknya.

Kurva mayor ganda ini bisa terdiri atas :

Thoracic kanan, lumbal kiri ( kombinasi yang paling sering )

Thoracic kanan, torakolumal kiri

Torakolumbal kiri, kanan bawah lumbal

Thoracic kanan, tohracic kiri ( kurva thoracic ganda, yang pertama kali diperkenalkan oleh dr. John Moe )

Pada thoracic kanan, kurva lumbal kiri bentuknya bisa berawal pada perempuan dewasa dengan kurva thoracic mayor kanan dan kurva lumbal minor kiri ( comensatory dan non struktural ). Hal ini terkadang dikenal dengan bentuk lengkung intermediate. Dan seiring dengan pertumbuhan pasien maka lengkungan lumbal bisa berkembang dan menjadi lebih kaku dan menjadi struktural. Kalau lengkungan lumbal berkembang pembentukannya dibandingkan dengan kurva thoracic, maka bentuk formasi nya bisa menjadi lengkungan mayor ganda. Bentuk seperti ini adalah bentuk lengkungan thoracic kanan dari T5 ke T11 atau 12, dan pada lengkungan lumbal kiri dari T11 atau 12 hingga L4 atau 5. Bentuk dari lengkungan ini simetris dan seimbang, kurva ini tidak mengakibatkan deformitas yang berat daripada dengan kasus kurva yang satu buah saja, tapi tetap akan menjadi masalah serius apabila mereka berkembang menjadi lebih berat.

4. Lengkungan lumbal mayor

Ini adalah lengkungan yang cukup sering terjadi dan biasanya berawal dari T11 atau 12 hingga L5. lengkungan ini biasanya mengarah ke kiri pada 65 % kasus. Tulang belakang thoracic biasanya tidak akan berkembang menjadi lengkungan compensatory dan tetap fleksibel. Lengkungan ini tidak mengalami kecacatan, tapi hanya sedikit kaku dan bisa mengakibatkan nyeri sendi sewaktu membawa anak dan usia lanjut.

5. Kurva cervicothoracic

Ini merupakan lengkung yang jarang terjadi, dimana umumnya mengarah kekiri. Terjadi pada C5 hingga T4 atau 5. Jarang terjadi nyeri tetapi bisa terjadi distorsi dari garis pembentukan yang menjadi masalah estetika/ kelainan bentuk.

Kelainan diakibatkan oleh berbagai macam bentuk untuk tiap formasi lengkungan, tapi lebih sering dan akan lebih berat pada thoracic kanan dan kurva torakolumbal. Deformitas yang terjadi lebih ringan dengan bentuk kurva mayor ganda. Kasus dengan thoracic kanan dan lengkungan torakolumbal akan membentuk suatu ”overhang” dari thorax terhadap bentuk konfeks dari kurva. Kurva ganda mayor yang seimbang akan menjaga level bahu diatas posisi panggul. Tulang iga dan prominens lumbal tidak terlalu berat dan kelainan bentuk yang terjadi salah satunya batang tubuh yang memendek.

Kelainan skoliosis idiopatik dapat terjadi pada anak yang sehat. Tidak ada yang lebih meresahkan, selain melihat anak perempuan berumur 11 atau 12 tahun yang mempunyai kelainan dari lengkungan thoracic kanan, dalam waktu satu atau dua tahun, berkembang menjadi deformitas yang parah, namun tanpa manifestasi sistemik, pemeriksaan laboratorium yang normal, dan tanpa gejala klinis.

Pengobatan

Yang penting pada skoliosis adalah deteksi dini kelainan yang terjadi. Umumnya lengkungan skoliosis dapat diobati tanpa tindakan bedah dimana penilaian diambil/ditetapkan melalui pengukuran sudut skoliosis yang terjadi. Salah satu cara untuk melakukan deteksi dini adalah dengan skrining skoliosis pada sekolah sekolah.

Skoliosis merupakan suatu kelainan ortopedi yang memerlukan penanganan khusus serta mungkin dibutuhkan suatu pusat skoliosis yang ditangani oleh ahli bedah yang berpengalaman serta seorang pembantu dalam pemasangan gips serta penyanggah (brace) yang khusus.

Tujuan pengobatan :

1. mencegah progresivitas skoliosis ringan sampai sedang.

2. melakukan koreksi dan stabilisasi pada skoliosis yang lebih berat

jenis pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab, onset terjadinya, umur penderita, besarnya kurva dan progresivitas skoliosis.

1. Pengobatan konservatif

Hampir semua skoliosis dapat ditangani dengan terapi konservatif. Pengobatan konservatif dipertahankan sampai terjadi pematangan pertumbuhan tulang. Prinsip pengobatan konservatif terdiri atas distraksi, traksi, penekanan lokal atau semacam kombinasi.

Pengobatan konservatif terdiri atas :

a. Observasi

Observasi merupakan suatu pemeriksaan yang teratur setiap 6 bulan untuk menilai progresivitas dari sudut sehingga dapat diputuskan tindakan yang akan dilakukan.

b. Latihan

Dapat dilakukan latihan sikap duduk, berdiri, berjalan, relaksasi otot yang tegang, latihan pernafasan serta mobilisasi pada jaringan lunak yang memendek.

c. Pemasangan penyangga, seperti penyangga dari milwaukee atau penyangga dari boston. Pembuatan penyangga ini harus dilakukan oleh orang yang mempunyai keahlian khusus untuk pembuatan penyangga skoliosis.

d. Pemasangan bidai atau jaket badan menurut Risser

Pada prinsipnya pemakaian jaket untuk traksi dan penekanan lokal

2. Pengobatan operatif

Indikasi operasi :

a. Operasi dilakukan apabila sudut leih dari 400 atau terjadi progresivitas dari sudut sebelum usia penderita mencapai dewasa. Patokan untuk melakukan operasi ini adalah dengan melakukan follow up secara teratur.

b. Apabila terdapat deformitas yang memberikan gangguan

c. Pengobatan konservatif yang tidak berhasil

d. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi deformitas rotasional dan deviasi lateral serta melakukan artrodesis pada seluruh kurva primer. Operasi yang paling sering dilakukan adalah operasi instrumentasi menurut Harrington.

Clinical Symposia, Ciba Geigy, volume 24, no1,1972

Rasjad C. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. 2007.Jakarta. PT Yarsif Watampone. P.243-4 )