Saturday, November 24, 2018

(Ternyata) rejeki Bapak



 
Bapak berpulang 27 September 2018, segera remun saya menurun cepat. Oktober saya mendapatkan tidak sampai setengah basanya, bulan ini November 2018, sekitar seperlima.

Saat bapak belum berpulang, kami menjaga bapak punya uang cash di kantong, karena bapak suka memberi, termasuk kepada asisten wara-wiri saya. saya mengirimnya setiap Sabtu. Uang pensiun bapak, disimpan bungsu dan sepupunya,  tidak dipergunakan. Kami menjaga agar bapak terpenuhi keperluannya tanpa mengutik pensiun TNI dan pensiun DPR nya.

Tabungan saya cukup, karena penghasilan dari tempat pekerjaan utama saya cukup untuk ditabung. Saat bapak perlu alat bantu mengeluarkan slym dengan harga nyaris xxx juta, segera saya bisa membeli. Biaya lain ber share dengan adik lanang, nyaris xxx juta, kami atasi dengan share dengan adik lanang.

Selepas bapak berpulang, penghasilan dari tempat kerja utama menurun dengan segera. Apakah saya menjadi kekurangan ? Tidak juga. Sesuai saja dengan keperluan. Allah menjaga dengan memberikan lebih di tempat  yang lain.

Saya hanya merasa diingatkan, rejeki yang saya kira selama ini rejeki saya, saya pergunakan untuk antar lain keperluan ayah saya, ternyata memang rejek
i bapak (melalui saya).

Miss U Bapak.

Saturday, November 3, 2018

Menyusuri jejak bapak: Bapak dan PETA


Menyusuri jejak bapak: Bapak yang PETA

Bapak semasa penjajahan jepang mengikuti pendidikan Chuo Seinen Kunrensho di jatinegara, dan lulus tahun 1943. Merujuk tahun lulus bapak, dan buku Sejarah Divisi V Ronggolawe, bapak  merupakan angkatan pertama.

Angkatan pertama dibuka tgl 15 Oktober 1943 dan selesai akhir bulan Desember 1943. Siswa berjumlah 611 orang, terdiri atas 20 orang calon daidanco, 81 orang calon chudanco, dan sisanya calon shdanco. Pembagian kompi, satu kompi khusus daidanco, satu kompi chudanco, dan tiga kompi shodanco.  Daidanco itu setingkat komandan batalyon, chudanco, komandan kompi sedangkan shodanco setingkat komandan peleton. Ada tingkatan berkutnya, budanco, komandan regu dan terakhir giyuhei, sama dengan prajurit. Trbaca bapak pada kelompok chudanco.


Secara keseluruhan terdapat 5 angkatan. Angkatan terakhir, ke lima, berlangsung antar Maret 1945 hingga Mei 1945.

Bapak selanjutnya  bergabung pada PETA, tentara sukarelawan bentukan Jepang. Sejarah membuktikan, jiwa dan semangat keprajuritan yang dimiliki tentara PETA tidak kalah dengan yang dimiliki oleh gurunya, tentara Jepang.   

Sunday, February 25, 2018

Bapak dan Bom


Bapak dan bom
Saat akan masuk FK, rektornya dr Suroyo. Beliau menceriterakan tentang bapak, yang tugasnya menggendong bom. Ada kisah yang berkesan pada bapak, saat dengan Cureng mengebom PKI tahu 1948.
Foto ini dari masa yang lebih awal. tahun 1946. Pertemanan bapak dan dr Suroyo ternyata sudah lama. Bapak juga menggendong bom bukan hanya tahun 1948.
Foto ini saya dapati di Museum Brawijaya Malang. Sengaja kunjung, diantar sepupu dr Soemardini Dien, dan dua ponakan, Asri Aci Hapsari dan Medya.


 

Bapak dan Persahabatan

Bapak dan persahabatan
Bapak banyak mempunyai pertemanan yang baik. Salah satunya dengan pak Munadi, yang saat tahun 1966 hingga 1974 menjabat gubernur Jawa Tengah. kurun yang sama, kami sudah di Jakarta, saya belum kuliah, sehingga masih sering bisa bersama berkendara pergi pulang jakarta- Surabaya, dengan persinggahan Semarang.
Pasti ada makan siang di Puri Gedeh. Bu Munadi yang luwes berkain kebaya dan bersangggul lebar, selalu menyediakan hidangan di meja kaman. Pak Munadi merusak tatanan dengan mengajak kami, anak temannya makan di halaman saja.
Pada foto, yang saya jumpai juga di Museum Brawijaya di Malang, nampak pertemanan sudah dijalan setidaknya sejak tahun 1950.





Monday, January 15, 2018



Pelvic Floor Exercise (Latihan Otot Pelvik)

Otot pelvik adalah otot untuk mengkontrol flow atau aliran saat urinasi. Otot ini mengelilingi kandung kemih. Kerusakan atau kelemahan pada otot pelvik ini dapat menyebabkan inkontinensia urin yaitu kesulitan mengkontrol atau menahan urinasi. Latihan otot pelvik atau Pelvic Floor Exercise disarankan untuk mengatasi hal ini.

Program untuk latihan dilakukan 8 kontraksi otot pelvik mininimal 3 kali dalam sehari dan direkomendasikan minimal 3 bulan.

Temukan lebih dulu otot pelvik anda, tarik perut dan berikan sambil meremas kaki, kencangkan bagian bokong dan tahan napas anda. Langkah-langkahnya :

  1. Duduk senyaman mungkin dengan lutut sedikit dibuka. Bayangkan anda dalam kondisi menahan kencing. Untuk melakukan ini anda harus mengedan dan mengangkat otot seperti ingin buang angin. Dengan itu anda akan merasakan pergerakan otot. Bokong dan kaki tidak boleh bergerak. 
  2. Sekarang bayangkan anda dalam posisi seperti buang air kecil. Kemudian bayangkan kembali cara menahan urin. Akan terasa sulit di awal (jangan berusaha menahan apabila anda memang harus buang air kecil). 
  3. Sekarang coba untuk mengencangkan otot di sekitar punggung, seperti saat ingin menahan buang angin dan buang air kecil disaat yang bersamaan. 
Cara latihan otot pelvik :
setelah menemukan otot pelvik :
  1. Duduk, berdiri atau berbaring dengan memberi jarak pada kedua kaki. Perlahan, tahan dan tarik otot pelvik sekuat yang dan, selama yang anda mampu. Istirahat selama 4 detik, lalu ulangi. Buat skala kekuatan anda sampai 10 kontraksi perlahan dalam sekali waktu, tahan selama 10 detik tiap istirahat dan istirahat tiap 4 detik. 
  2. Otot pelvik anda akan bereaksi terhadap stress dari kegiatan seperti batuk, tertawa atau olahraga yang memberikan tekanan pada kandung kemih. Dengan itu berlatihlah dengan kontraksi yang cepat, dan coba untuk menahan selama 1 detik sebelum relaksasi. Cobalah untuk berhasil mencapai tahanan otot sampai 10 kali kontraksi.
Tetapkan tujuan latihan anda dengan :
- satu set kontraksi lambat (latihan 1) diikuti dengan kontraksi cepat 3-4 kali dalam sehari (latihan 2)
- Dibutuhkan waktu untuk membuat otot kuat, hal ini tidak dapat instan terlihat dalam beberapa minggu. Maka itu lanjutkan hingga 3 bulan sebelum otot anda mendapatkan kekuatan penuh. Semangat!



TIPS :
  • Jadikan latihan ini kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari anda (misalnya saat menggosok gigi, saat menunggu air panas) 
  • Coba untuk mengencangkan otot pelvik saat anda merasa sudah ingin buang air, tarik otot sebelum batuk, tertawa, bersin, atau mengangkan barang berat. 
  • Minum air mineral 6-8 gelas besar dalam sehari, hindari kafein. Hindari kebiasaan "menahan buang air saat perlu saja" 
  • Perhatikan berat badan anda, berat badan berlebih memberi tekanan extra pada otot pelvik anda 
  • Jika kandung kemih anda mulai bisa terkontrol, jangan lupakan latiha pelvik anda. Tetap lanjutkan latihan beberapa kali dalam sehari, sehingga masalah inkontinensia tidak kembali. 

Monday, January 8, 2018


Latihan Pursed Lips Breathing

Pursed lips breathing bertujuan untuk:
Memperlambat waktu bernapas untuk membuka jalan napas lebih lama
Mengurangi kerja napas sehingga dapat membantu meningkatkan waktu latihan fisik atau aktifitas sehari-hari
Memperbaiki pertukaran oksigen

Cara melakukan Pursed Lips Breathing:
Bernapas melalui hidung selama 2 detik
Kerutkan bibir (seperti ingin meniup lilin) ; "pursed lips"
Bernapaslah perlahan melalui mulut "pursed lips" 2/3x lebih panjang saat menarik napas
Ulangi



*satu menit sebelum memulai teknik bernapas pursed lips breathing, rilekskan bahu, tutup mata dan coba untuk santai
Latihan Bernapas Diafragma

1. Dengan posisi berbaring dengan permukaan yang rata atau di tempat tidur, tekut lutut dengan ganjalan bantal untuk menopang kaki. Letakkan tangan kiri diatas dada, dan tangan kanan dibawah tulang rusuk dada. Hal ini akan membantu untuk merasakan gerakan diafragma saat bernapas.

2. Bernapas perlahan lewat hidung, agar bagian perut dapat bergerak berlawanan dengan tangan kanan. Tangan kiri diatas dada tetap berada pada posisi awal.



3. Kencangkan otot perut, untuk membuat posisi jatuh masuk ke bawah saat mengeluarkan napas. Tangan kiri diatas dada tetap berada pada posisi awal.


LATIHAN UNTUK KAKI DIABETES

Tahapan Senam Kaki Diabetes :
1. Pasien duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai.
2. Dengan tumit yang diletakkan dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali.
3. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Kemudian sebaliknya pada kaki yang lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dan tumit kaki diangkatkan ke atas. Gerakan ini dilakukan secara bersamaan pada kaki kanan dan kiri bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.
4. Tumit kaki diletakkan di lantai. Kemudian bagian ujung jari kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
5. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Kemudian tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
Jari-jari kaki di lantai
6. Kemudian angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Lalu gerakan jari-jari kaki kedepan kemudian turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali.
7. Selanjutnya luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari-jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
8. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi sama seperti pada langkah ke-8, namun gunakan kedua kaki kanan dan kiri secara bersamaan. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 10 kali.
9. Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut.
Kemudian gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
10. Selanjutnya luruskan salah satu kaki dan angkat, lalu putar kaki pada pergelangan kaki, lakukan gerakan seperti menulis di udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.
11. Letakkan selembar koran dilantai. Kemudian bentuk kertas koran tersebut menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Lalu buka kembali bola tersebut menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Gerakan ini dilakukan hanya sekali saja.
12. Kemudian robek koran menjadi 2 bagian, lalu pisahkan kedua bagian koran tersebut.
Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki.
13. Kemudian pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh tadi.
14. Lalu bungkus semua sobekan-sobekan tadi dengan kedua kaki kanan dan kiri menjadi bentuk bola.
15. Kaki merobek kertas koran kecil-kecil dengan menggunakan jari-jari kaki lalu bungkus menjadi bentuk bola.

Latihan Kaki Diabetes

Low Back Pain

Low Back Pain (LBP) atau yang biasanya dikeluhkan sebagai sensasi nyari pada tulang punggung bawah dengan atau tanpa penjalaran ke tungkai bawah, hal ini menyebabkan keterbatasan pada aktivitas dan gangguan. (1) Hal ini meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor yang mempengaruhi LBP antara lain postur tubuh yang buruk, overweight, kelemahan otot yang menyusun tulang belakang. (1) Kekakuan pada persendian dan jaringan lunak sekitarnya memicu terjadinya LBP. (2) (1) Aktif secara fisik menjadi rekomendasi untuk menghindari sedentary life pada penderita LBP. (3) (1) Terapi obat pada umumnya hanya meringankan keluhan untuk satu atau dua jam, selain itu dapat memperberat kerja ginjal dan menimbulkan efek samping penurunan kesadaran. (2) (1) William’s Flexion Exercise ditemukan pada 1937 merupakan suatu latihan yang bertujuan untuk mengurangi tekanan pada elemen tulang punggung bawah. (4) (1)

Video William's Flexion Exercise dapat di lihat @ Facebook Fanpage : Catatan Nury


Gambar 1. William's Flexion Exercise (5)

Gambar 2. William's Flexion Exercise (6)

References

x
1.
Mohan Kumar G, Revathi R, Ramachandran S. Effectiveness of William's Flexion Exercise in The Management of Low Back Pain. IJPRC: International Jurnal of Psychotherapy of Occupational Therapy (IJPRC: IJPOT). 2015; 1(1): p. 33-40.
2.
Preece S, William P, Nester C, Grhm-Smith P. Variation in pelvic morphology may prevent the identification of anterior pelvic tilt. 2008; 16.
3.
Adams , May S, Freeman B, Morrisson H, Dolan P. Effects of backward bending on lumbar intervertebral disc. Revelance to physical therapy treatments for low back pain. Spine J. 2002; 25.
4.
Blackburn S, Portney L. Electromyographic Activity of Back Musculature during William's Flexion Exercise. PhysTher. 1981; 61: p. 878-885.
5.
Physiotherapy-treatment.com. [Online].; 2009 [cited 2018 January 8. Available from: https://www.physiotherapy-treatment.com/williams-flexion-exercises.html.
6.
Sparks C, Kelly J, Shankman G. Orthopedic Management of the Lumbar, Thoracic, and Cervical Spine. [Online].; 2016 [cited 2018 January 8. Available from: https://musculoskeletalkey.com/orthopedic-management-of-the-lumbar-thoracic-and-cervical-spine/.
x




x


Sunday, January 7, 2018

Abon Solo

Entah sejak bila, Solo is abon. Oleh-oleh bu Menik Sri yang mengawali 2018 dengan mudik. 

Pagi ini dihidangkan. Ngeri-ngeri sedap. Nasinya nanti nambah ngga ya.





Payung bu Nury
Payung buah tangan adik lanang yang habis mengisi liburan akhir tahun. Ini payung ke 4. Kakak perempuan doyan payung . Takut gerimis n matahari yang intip-intip.
Payung yang 3 entah raib ke mana. Yang satu baru jadi milik bu Nuty sudah hilang di Belitung. Yang dua, ungu polos dan hitam beronde putih bertahan cukup lama. Melenyapkan diri setelah bu Nury mencarikan teman, payung kuning dari Singapore. Yang ungu meninggalkan diri di hotel Haris Surabaya. Yang item setelah dipinjam, entah di mana.
Selamat bergabung payung baru.
Terima kasih Elly Guritno, Aguk Nusatriyo Guritno Mardanus. Putri Allysha Guritno dan si kumis ganteng.

Sunday, September 24, 2017

Kepo


KEPO

Terbaca status fb prof Endang Basuki :”Jadi KEPO...ada gak yaaa teman FBku yang ikutan nikah  yang siridotcom.Kepoooo..”
Nury nya jadi kepo, mencari apa itu kepo.

Ternyata Kata Kepo tuh sebenarnya kalau dilihat-lihat atau dicari ada banyak artiannya, karena itu berupa singkatan.

KEPO merupakan akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya.

KEPO adalah kata bahasa hokkien tionghoa medan/tionghoa sumatera yg sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karna kurang kerjaan(jadi mengerjakan kerjaan yg bukan kerjaannya),sibuk tak menentu.

KEPO konon berasal dari dua kata bahasa inggris menunjukkan "Care Full" artinya "Peduli banget". Kata 'Care Full' ini mengalami transformasi.
Care Full -> Ker Pol -> Kepo.
KEPO juga singkatan dari kek pembokat (kayak pembantu), banyak nanya...disuruh ngerjain banyak tanya, ga tanggap.

KEPO  bia juga bisa Kea Polisi (kayak polisi) / Kelakuan Polisi (Seperti tugas polisi-polisi pada umumnya selalu bertanya-tanya kayak wartawan kalo misal kita lagi terlibat masalah sama polisi tersebut.)

Jadi kesimpulan dari ciri-ciri orang KEPO:

-serba ingin tahu
-kadang sok tahu
-mempunyai mata yang sangat amat jeli dan tajam

Saturday, September 23, 2017

Dari ruang praktek: Meniru Bapak

Pasien itu, kecenderungannya kalau sudah masuk ruang praktek, ngga mau keluar. Lha pasien sedikitnya 30, ngga mungkin praktek bersantai. Jadinya bu Nury mengikuti kebiasaan eyang kakung. Bila tamu dirasa sudah cukup keperluannya, bapak akan berdiri dengan pengantar:" Jadi begitu saja ya dik......" Tamunya ikutan berdiri dan diantar ke luar.

Bila saya rasakan sudah cukup, saya juga berdiri, membukakan pasien pintu (untungnya pintunya deket), mau ngga mau pasien keluar, karena di depan pintu sudah menanti pasien berikut.
Terima kasih Bapak

Saturday, September 9, 2017

Soto lamongan Rawamangun


Target kepala instalasi untuk jumlah pasien poli terlampaui, plus sejenak tutor, mencari kerangka teori dan kerangka konsep, lelah juga. Sudah makan sepotong bolu kiriman bundanya dr Sabine Versayanti , tetep rasanya membutuhkan sesuatu yang hangat.

Menuju Pasar Sunan Giri, karena akan menjahitkan kain untuk kondangan di bali, terfikir mencari makan siang di sekitar Rawamangun. bakso cak Eko penuh, teringat soto Lamongan depan rumah ibu Grace.

Gerai terletak pinggir jalan, asisten wara-wiri dengan mudah mendapat tempat parkir. Saya dan dr Sabine pesan soto yang terpisah dengan nasi. Nasi sepiring saja, untuk berdua. Wa..muncul soto dengan rasa yang nyaris sama dengan soto Lamongan di Lamongannya. Dekat rumah ada, namun kekentalan kuah tdan rasa, kurang sesuai.

Saya pesan yang komplit, Sabine entah. Pokoknya yang tanpa ampla ati. Minum kami aqua an es teh. Berdua kami Rp 41.000




Thursday, September 7, 2017

keluarga Eyang Soeparman

Eyang Soeparman putri, adik eyang putri saya dari bapak. Eyang Soeparman berputra 10 orang. Foto ke tiga  nampak eyang Soeparman lengkap denga 9 putra dan 1 putri.


Krengsengan daging tanpa petis


Masih teringat krengsengan pak Sidik Batu Malang, saya googling resepnya. Ada dua macam, dengan dan tanpa petis. Saya "salin" yang tanpa petis, nanti dagingnya daging sapi
Bahan
. 500 gram daging sapi/kambing
• 1/4 kentang
• 1 batang serai geprak
• 3 lembar daun jeruk
• 1 lembar daun salam
• 3 sdm kecap manis
• secukupnya garam
• penyedap rasa
• bawang goreng
• bumbu halus :
• 8 butir bawang merah
• 4 siung bawang putih
• jahe
• cabe rawit
• kemiri
Cara masak
• Cuci bersih daging kemudian rebus sampai empuk setelah itu potong sesuai
selera
• Kupas kentang kemudian potong dadu
• Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, cabe rawit dan kemiri
• Tumis bumbu halus, kemudian masukkan sereh, laos, daun jeruk dan daun
salam tumis hingga harum
• Masukkan kentang dan daging, lalu tambahkan air
• Tunggu hingga kuah menyusut dan mengental
• Matikan api, taburkan bawang goreng

Thursday, August 24, 2017

Menyusuri jejak bapak: bapak dan asisten wara – wiri


Pada gambar tampak bapak dengan asiten wara- wiri saat di Irian Barat. Asisten wara wiri ini seingat saya asisten wara –wiri sejak di Malang. Lamat saya ingat, pak Rahmat mengganggu saya, sehingga saya “marah”. Saya kejar sambil saya membawa batu, di ruang keluarga rumah Lebaksari. Memutari meja kursi tamu yang yang di chrome, seperi kursi di Rumah Linggarjati Kuningan. Pak Rahmat takut, he, yang saya tinggal pada ingatan saya, “rasa” berat batu di tangan, bagaimana mau melempar, memegangnya saja saya sudah keberatan. 

Saat di Jakarta, asisten wara-wirinya juga satu. Bapak memanggilnya Darmo, padahal Sunda asli, dengan nama Darma. Pak Darmo nurut-nurut saja. Pak Darmo ikut bapak hingga bapak di DPR. Saya SMP dan SMA saja 6 tahun. Bapak di DPR, saya sudah mahasiswa. Asiten wara –wiri kami memang lama mengikuti bapak.

Trtular bapak, asistenn wara-wiri senior saya sudah lebih dari 30 tahun, yang yunior sejak saya belum mulai S3. Kalau 10 tahun saja lebih. Senang saja bertambah “saudara”.

Menyusuri jejak bapak: UNTEA



Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) merupakan konflik 2 tahun yang  merupakan upaya Indonesia untuk menggabungkan wilayah Irian bagian brat sekarang papua menjadi wilayah Indonesia. Tanggal  19 Desember 1961, presiden  Soekarno mengumumkan  Trikora di Alun-alun Utara  Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando mandala. Bapak bergabung. Mayor Jendral Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Irian  bagian barat dengan Indonesia.

Indonesia mendekati negara-negara seperti India, pakistan, Australia, Selandia Baru, Thailand, Britania Raya, Jerman dan Perancis. agar mereka tidak memberi dukungan kepada Belanda jika pecah perang antara Indonesia dan Belanda. Dalam Sidang Umum PBB tahun 1961, Sekjen PBB U Thant meminta Ellsworth Bunker, diplomat dari Amerika Serikat, untuk mengajukan usul tentang penyelesaian masalah status Irian bagian Barat. Bunker mengusulkan agar Belanda menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia melalui PBB dalam jangka waktu 2 tahun.

Pada tanggal 15 Agustus 1962, perundingan antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan di Markas Besar  PBB di New York, dikenal sebagai Persetujuan New York. Belanda akan menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada United Nations Temporary Executive Authority  (UNTEA), yang didirikan oleh Sekretaris Jenderal PBB. UNTEA kemudian akan menyerahkan pemerintahan kepada Indonesia. 

Sepertinya foto ini era UNTEA,  jadi sekitar tahun 1962. Pada catatan bapak menjabat Asisten Asisten III/Kora I Depad di Jakarta (1962 – 1963)


Wednesday, August 23, 2017

Mengenang ibu: Ketika ibu menyertai bapak di Irian Barat




Minggu 20 Agustus 2017, sekitar pk13 kami makan siang. Minus  sulung dan bungsu bapak. Pk 14.35 masuk wa dari suami adik bungsu: “Ijin disiapkan sop buah. Baru datang dari Mabes tni dan Evasari.  Mohon maaf  Pakde dan Bude serta semuanya. Insyaa Allah kami besok lusa berangkat haji. Mohon ijin nitip & doa restunya ya.” Jadi ingat hari Jumat sebelumnya, adik bungsu meng coach sulungnya tetntang perrbelanjaan.

Saat ibu harus kunjung bapak agak lama, awal Kodam Cendrawasih,  ibu menyiapkan saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Pegang uang tepatnya. Semua diamplopi. Uang belanja satu ampalop perhari. Jatah per hari 6 kali Rp 50,-  = Rp 300. Sudah diurutkan tanggalnya, saya tinggal menyerahkan satu amplop per hari ke pengasuh. Namun, terjadi kesalahan tehnis. Mungkin ibu silap, pokoknya 6 lembar, ada beberapa amplop berisi 6 kali lembaran Rp 25,-. Lha, jadinya kan separuh seharusnya. Segera diputuskan gerakan penyelamatan, amplop – amplop dibuka, beberapa amplo memang berisi 6 lembar Rp 25. Diatur berseling, setelah 6 ambar Rp 25, kemudian 6 lembar Rp 50.  Semua selamat sejahtera , termasuk para hewan peliharaan.

Sukses tanpa perlu memberitahu ibu.

Saya carikan ilustrasi gambar embar uang Rp 25




Saturday, August 19, 2017

Mengenang ibu: Nury , teman ibu dan koteka




Saat mencermati televisi di acara penurunan bendera, teramati pemenang pertama busana daerah, dari Papua. Saat saya googling tertulis “ Frans Maksim, Kepala Suku Arfak Papua meraih peringkat pertama baju adat terbaik, saat itu Frans mengenakan baju adat Papua lengkap dengan koteka.” A…ha, koteka.

Saya ingin menulis tentang koteka, saat menemukan album foto bapak di Irian Barat. Sepulang bapak dan ibu dari kunjungan ke suku Dani, bapak mendapat souvenir, koteka, kapak batu dan anak panah. Tahun itu sekitar 1963 atau 1964, nyais belum ada yang mengerti atau mengenali koteka.

Serombongan teman ibu, pria, berkunjung ingin mendapat cerita langsung dari ibu. Saat ibu masih belum serta, salah seorang teman ibu memegang koteka, sambil bertanya kepada saya:”Ini apa Nury”. Entah mengapa, saya jail, saya jawab:” O, itu buat minum om”. Wah, si om asyik memegang, koteka diendus-endus. Ha..ha….

Saat ibu serta, si om bertanya :”Yu, jare Nury iki nggo ngombe yo”. Ibu setengah tergelak, kemudian membukakan album. Saat nampak koteka terpasang pada tempatya, si om lari ke kamar mandi. Muntah. Maaf…….

Saya dipangil ibu, “dimarahi”. He..he…Ibu marahnya sambil air mata keluar karena tertawa berkepanjangan.

Si Om sepertinya adik kelas ibu. Tegabung di TRIP. Maaf ya om..He..he… , bapaknya siapa ya, yang saya ganggu.

Foto atas saat upacara penurunan bendera. Foto bawah, nampak koteka dipegang kakak saya.