Tuesday, November 16, 2010

Ketika Nury pergi haji.


Idul Adha , jadi ingat saat menunaikan ibadah haji tahun 2002. Sesungguhnya bisa berhaji sekitar akhir tahun 1980, hadiah dokter teladan yang tidak saya gunakan, namun hadiah tersebut menyebabkan saya menyiapkan mental cukup lama sebelum akhirnya pergi bersama suami pada tahun 2002. Saya beruntung dapat kisah-kisah dari tanah yang konon semua perbuatan kita akan diberi ganjaran kontan langsung.

Seorang ibu tetangga menceriterakan, dihari pertama kedatangannya di Tanah Suci, saat shlolat bersebelahan dengan seorang berbadan besar, bekulit hitam, dan (maaf) jauh dari semerbak. Bu Murcil, begitu sulung saya memanggilnya, membatin : bau amat ya. Nah, sepanjang hayat bu Murcil di Tanah suci, setiap kali sholat, teman hitamnya menyertai.

Lain lagi dongengnya salah seorang sahabat saya, beruntung dapat hotel yang sat itu dikatakan sehalaman dengan mesjid, namun tidak mendapat tempat di dalam mesjid. Usut punya usuy, ditengarai teman saya yang manis ini saat di Indonesia selalu membuat para teman berdebar, karena pada acara yang sangat pentingpun datangnya menit terakhir, bahkan terlambat “sedikit”. Salah seorang lagi, tepat menjelang suatu sholat wajib dilaksanakan, saat membentangkan sajadah, ujing depan terlipat. Teman saya dengan santai membetulkan dengan kaki, lha, sepanjang sholat kakinya kram pada posisi membetulkan sajadah !

Kisah-kisah tersebut membuat saya berhobby minta maaf, sejak akhir tahun 1980 an, dan sebelum saya berangkat doa saya agar Allah memberikan ke lima pancaindra saya mampu mengubah semuanya jadi indah. Mata melihat yag indah-indah, telinga mendengar yang indah-indah, hidung membaui yang harum-harum (seandainya tidak harum ya jadi harum), lidah selain dijaga tutur kata, apa yang dihidangkan oke saja, yang penting sehat; kulit, wah yang ini kok ngga ada doa permintaan saya ya.

Nah yang terjadi, saya seperti wisata saja saat berhaji, terkagum-kagum melihat mukena atau baju-baju muslim terutama yang dari Afrika, bagus-bagus, warna – warni, semua harum, dan selalu ada tempat untuk saya didalam mesjid dalam situasi apapaun. Telinga selalu mendengar azan yang disampaikan dengan suara indah, makanan oke-oke semua.Ada kisah yang saya alami, saat keluar masjid, di depan loker sepatu- sandal, seorang ibu sepuh meminta air Zam-Zam dalam plastik yang saya pegang, tentu saja sudah saya minum sebagian. Terbiasa memberikan, kalau ada yang meminta sesuatu yang saya miliki, spontan saya sorongkan tanpa befikir dua kali. Setelah berjalan jauh saya baru sadar, lho, air Zam-zam kan ibaratnya buat mandi guyur-guyur bisa kok air minum saya, yang sakipet diminta ya? Setelah di tanah Air saat saya cerita kepada seorang teman, teman saya yang bijak tersenyum arif. Teman saya bercerita, saat berhaji, ada kawannya mengisi botol air minumnya dengan air Zm-Zam, saat ada yang meminta, tidak diberikan, dikala akan diminum….., botolnya kosong tanpa bekas tumpah. Allahu Akbar.

Ada lagi yang ingin saya bagikan, hari pertama di tanah Suci, Madinah tepatnya,saya mendapat kamar untuk bertiga. Saat di pesawat menuju Tanah Suci, salah seorang ibu teman sekamar dengan jelas mengatakan kepada kami berdua, kalau tidur lampu harus mati, dan kalau beliau belum bangun, lampu ngga boleh dinyalakan. Saya dan teman satu lagi tak bermasalah, terbiasa mengemas baju dalam satu kemasan, saya memang mengemas baju saja lengkat satu set, sehingga saat mandi, tinggal ambil satu kemasan, tanpa perlu menyalakan lampu. Allah berkehendak lain, menjelang lohor, saat kembali ke hotel, setelah berkeliling seputar Madinah antara lain makam Baqi, teman kami saat turun dari bus, terpeleset dan terjepit di antara bis dan pagar besi. Saya dan teman setelah memastikan beliaunya tak ada yang yang patah, lari ke mesjid Nabawi, memohonkan ampun. Selanjutnya teman kami tidak sekamar lagi dengan kami, karena perlu penanganan khusus, dan berkursi roda sepanjang menjalankan ibadah.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, tiada sesuatu terjadi tanpa ijin Nya.


Taqabalallah minna wa minkum, siyamana wa siyamakum, ,


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1413 H, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir bathin


No comments: