Thursday, February 18, 2010

Prof. dr. Abdulrahman Saleh SpF, Marsekal Muda Anumerta


Serasa mengenal nama Abdulrahman Saleh ya, tetapi kok professor, dokter dan spesialis pula? Mungkin mengenal nama ini sebagai nama Bandara di Malang, atau nama jalan tempat gedung Stovia , dekat RS Gatot Subroto . Saya menambah pengenalan saya kepada beliau saat patung dada beliau “mewarnai” halaman FKUI- Salemba pada sisi kiri. Belum terlaksana keinginan saya menmbuat foto patung dada Abdulrahman Saleh, lha, patungnya raib.

Pahlawan dengan Mulitidimensi

Laki-laki yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1909 – wafat di Maguwo, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 38 tahun) atau sering dikenal dengan nama julukan "Karbol" adalah seorang pahlawan nasional Indonesia, tokoh Radio Republik Indonesia (RRI) dan bapak fisiologi kedokteran Indonesia.
Abdulrahman Saleh : dokter yang Bapak Ilmu Faal Indonesia
Abdulrahman Saleh selepas AMS (Algemene Middelbare School) kini SMU melanjutkan pendidikannya di STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Karena pada saat itu STOVIA dibubarkan sebelum ia menyelesaikan studinya di sana, maka ia meneruskan studinya di GHS (Geneeskundige Hoge School), semacam sekolah tinggi dalam bidang kesehatan atau kedokteran (yang kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Indonesia - FKUI). Setelah memperoleh ijazah dokter, Abdulrahman Saleh mendalami pengetahuan ilmu faal dan mengembangkan ilmu faal ini di Indonesia. Oleh karena itu, Universitas Indonesia pada 5 Desember 1958 menetapkan Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia.

Abdulrahman Saleh : dokter yang kepala RRI pertama

Radio Republik Indonesia, secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman Jalan Menteng Dalam Jakarta menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama.
Abdulrahman Saleh memiliki dimensi yang lain. Dimensi ni terkuak saat beliau mempunyai seorang pasien bernama Jusuf Ronodipuro. Pasien yang luka babak belur di hajar Jepang ini berjumpa dengan pribadi yang tepat. Jusuf Ronodipuro dihajar Jepang karena menyiarkan berita perihal proklamasi kemerdekaan Indonesia melalui radio Hoso Kyoku , (Radio Militer Jepang di Jakarta). Tujuh belas agustus 1945, tepat pukul 19:00 WIB selama kurang lebh 15 menit Jusuf pun membacakan kabar tentang proklamasi di udara . Mendengar kisah Yusuf Ronodipuro, Abdulrahman Saleh berinisiatif untuk “melanjutkan” siaran radio di kantor beliau , laboratorium faal salemba. Antene yang dirakit di kediaman beliau di jalan Kimia, dibawa malam-malam ke salemba. Antena dibuat melingkari gedung , agar tak nampak.
Tanggal 25 Agustus 1945, Ir Soekarno, presiden republic Indonesia menyampaikan pidato politiknya yang pertama. Konon ( menurut prof Menaldi seperti yang saya dengar saat beliau di wawanara radio ElShinta sehubungan raibnya patung dada dr Abdulrahman Saleh ) , disitulah pertama kali Ir Soekarno menyebutkan : saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Empat hari kemudian , bung Hatta menyampaikan pula pidato politiknya.
Abdulrahman Saleh : dan sejarah TNI-AU
Setelah menyelesaikan tugasnya itu, ia berpindah ke bidang militer dan memasuki dinas Angkatan Udara Ia diangkat menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun pada 1946. Ia turut mendirikan Sekolah Teknik Udara dan Sekolah Radio Udara di Malang.
Pada saat Belanda mengadakan agresi pertamanya, Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh diperintahkan ke India. Dalam perjalanan pulang mereka mampir di Singapura untuk mengambil bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Keberangkatan dengan pesawat Dakota ini, mendapat publikasi luas dari media massa dalam dan luar negeri.

Tanggal 29 Juli 1947, ketika pesawat berencana kembali ke Yogyakarta melalui Singapura, harian Malayan Times memberitakan bahwa penerbangan Dakota VT-CLA sudah mengantongi ijin pemerintah Inggris dan Belanda. Sore harinya, Suryadarma, rekannya baru saja tiba dengan mobil jip-nya di Maguwo. Namun, pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh dua pesawat P-40 Kitty-Hawk Belanda dari arah utara. Pesawat kehilangan keseimbangan dan menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian dan akhirnya terbakar.

Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962
Abulrachman Saleh dimakamkan di Yogyakarta dan ia diangkat menjadi seorang Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.071/TK/Tahun 1974, tanggal 9 Nopember 1974

Abdulrahman Saleh : dan Patung dada.

Jadi sangat jelas mengapa patung dada beliau diletakkan di halaman FKUI- Salemba. Senin tanggal 15 Februari 2010 saat perjalanan menuju RSCM- FKUI, kaget sekali mendengar berita di radio Elshinta, yang mewawancara prof Menaldi. Terberita patung dada raib, dan saya baru menyadarai peran beliau yang besar dari paparan prof Menaldi.

Kalau jumpa pak Karbol sedang jalan-jalan, dianterin pulang ya.

No comments: