Sunday, June 5, 2011

Jawa Timur: Rawon Mojoagung, ngga item-item amat

Jumat kejepit, 3 Juni 2011 yang dijadikan libur bersana, lepas magrib meninggalkan Kediri setelah jumpa sepupu , dan sebelumnya dari Nganjuk, jumpa teman yang tak jumpa sejak tahun 1982, pengemudi mobil menyarankan makan malam di Mojoagung, rawon terkenal, imbuhnya.

Saya manut saja, karena saat berangkat dari Surabaya, menuju Barat Daya, ke Nganjuk, saat melewati Mojoagung , terbaca krengsengan. Jadilah kami mampir sekitar pk 20.00. Yang terkenal dan banyak pengunjungnya yang di tengah, Rosoboso. Saat menunggu dan menikmati hidangan , saya lihat pengunjung silih berganti, bertukar dengan cepat. Rawon dan krengsengan memang sudah tersedia, jadi tak perlu menunggu lama setelah memesan. Golongan fast food? He.

Saya minta nasi dan rawon dipisah, rupanya yang lazim, kuahnya yang dipisah. Saya mendapat dua piring, satu piring berisi daging rawon dengan taoge pendek serta sambel kemiri diletakkan di atas nasi, dan sepiring kuah. Ternyata kuahnya ngga sehitam bayangan saya tentang rawon, malah mirip garang asem Pekalongan, yang memang berbumbu kluwak juga. Daging rawon Mojoagung juga bukan yang banyak gajih atau lemak (sandung lamur?), daging “bersih” , potongannya tidak mendekati bentuk dadu, tetapi dipotong lebar dua jari, panjang dua ruas dan tipis. Seddap.

Penasaran dengan krengsengan yang terbaca saat lewat di pagi harinya, saya memesan satu porsi. Ternyata “bentuknya” seperti kalio, hanya potongan dagingnya lebih tipis, dan rasanya lebih manis karena menggunakan kecap manis . Resep krengsengan tanpa santan, meski tampilannya seperti kalio. Krengsengan berbumbu bawang merah, bawang putih, cabe merah kering,butir kemiri, jahe, garam-gula merah selain kecap manis yang mendominasi.

Meski daging nya lebar-lebar, rawon dan krengsengan Mojoagung dagingnya empuk. Saya dapati banyak keluarga membawa anak-anak, yang semuanya bisa menikmati rawon, pastinya mudah dikunyah anak-anak.

Ke Jawa Timur? Tak ada (lagi) alasan tak suka rawon karena berwarna hitam, yang tak hitampun ada.

Monggo….

No comments: