Sunday, March 11, 2012

Jimpitan (kepedulian yang masih ada) di Wonosobo


Akhir pekan ke dua bulan Maret 2012, senang menadapt kesempatan menginap semalam di Wonosobo, di kediaman seorang teman yang bertugas sebagai dokter bedah, kunjungan dipastikan terabadikan dengan foto. Tak cukup foto yang empunya rumah, saya melengkapi foto dengan merekam rumah dari berbagai sudut. Saat dipagar depan, saya jumpai gelas plastik, bekas air kemasan tergantung, dan ada uangnya. Jimpitan !

“Kisah” tentang jimpitan telah lama saya dengar, saat saya kuliahpun belum, tepatnya ketika Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Saat saya telusuri google, PKK dirintis oleh Ibu Isriati Moenadi (selaku istri Gubernur Jawa tengah saat itu), pada tahun 1967. PKK ini dilanjutkan oleh ibu kardinah Soeparjo Roestam. Tahun 1972, PKK menjadi aktivitas secara nasional, dan yang saya ingat saat masih bertugas di Puskesmas , ada 10 Program Pokok PKK, yang diantaranya kepedulian dalam bentuk jimpitan. Kisah yang saya dengar, di jawa Tengah jimpitan berupa beras.

Seiring berjalannya waktu, jimpitan berubah menjadi uang (logam- receh) , dan menurut tuan rumah, dr Dimyati dikaitkan dengan aktvitas ronda. Uang yang di letakkan sebelum malam, akan di ambil petugas ronda, dengan demikian, dapat dipastikan setiap rumah akan terkunjungi (petugas ronda). Uang dikumpulkan untuk kesejahteraan atau aktivitas warga.

Terharu saja, kepedulian (ternyata) masih ada.

No comments: