Friday, October 17, 2008

Lebaran kucing


“Tamu” kami yang terakhir baru tak hadir (lagi) hari ini, mungkin si empunya sudah kembali. Tamu kami itu (para) kucing tetangga. Lebaran ini rumah kami marak dengan kucing, subuh (kok tahu ya, saya pasiti sudah bangun) , dan sore hari duduk di teras rumah tak kurang 10 ekor. Kucing peliharaan bungsu kami plus tamunya. Jadilah kami menjamu tamu-tamu berekor. Hidangannya tulang ayam dan ikan yang sengaja disiapkan bungsu, makanan kucing, atau sarden kaleng. Sajian lebih bervariasi lagi karena (ternyata ) para tamu doyan juga kastengels, macaroni keju, lidah kucing dan penganan lebaran lain. He he, ketupat saja yang belum saya hidangkan. Jumlah ini bertahan hingga minggu pertama pasca lebaran “manusia”, baru minggu kedua berkurang satu- persatu, dan tadi pagi, si putih bermata biru sudah tak hadir. Subuh tinggal kucing peliharaan bungsu kami, bergolek di teras, pk 6.00 tamunya tak ada, Panda mengeong minta masuk rumah.

Nah, saya tunggu para tamu “lebaran kucing” tahun depan.

(Foto: Lordy menyantap kastengels)

Nury,

Jakarta 17 Oktober 2008.

No comments: